Kiat Generasi Muda dan Milenial Dalam Mencegah Terorisme

 Kiat Generasi Muda dan Milenial Dalam Mencegah Terorisme

Beriku ini adalah kiat generasi muda dan milenial dalam mencegah terorisme yang wajib untuk ketahui oleh semua genarasi muda dan milenial

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan Muammar Bakri menegaskan bahwa, dalam mencegah terorisme seluruh instrumen harus digerakkan, termasuk generasi muda dan kaum milenial.

“Dalam Pencegahan Terorisme kita mesti melibatkan banyak unsur, termasuk generasi muda dan milenial,” kata Muammar Bakri dalam keterangan resmi yang diterima hidayatuna.com, Rabu (4/3/2020).

Generasi muda dan milenial, hematnya, mesti memahami hakikat dan praktik sosial dari moderasi bekeragamaan serta kearifan lokal.

“Dengan memahami hal tersebut, generasi muda bangsa mampu memahami secara arif bahwasanya Pancasila dan agama tidaklah bertentangan, justru dengan adanya Pancasila sekaligus menjadi payung dan titik temu semua suku dan agama yang di bangsa ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Pendidikan FKPT Sulsel, Suaib A. Prawono, mengatakan untuk memberikan pemahaman terhadap generasi muda dan milenial, salah satunya menseminasikan pencegahan radikalisme dan terorisme termasuk pelatihan pembuatan video pendek yang informatif.

“Kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman kepada pelajar di Sulsel tentang pentingnya menjaga keutuhan NKRI. Salah satunya adalah bagaimana melihat perbedaan yang ada di bangsa ini tidak hanya diterima sebagai sesuatu yang sifatnya sunnahtullah, tapi juga sebagai aset atau kekayaan bangsa yang harus dirawat,” jelas Suaib.

“Selain itu juga untuk memberikan bekal kepada remaja, dalam hal ini pelajar untuk melawan gerakan radikalisme melalui media sosial, serta menjadikan kearifan lokal sebagai fondasi dan persatuan bangsa,” imbuhnya.

Suaib menambahkan, anak-anak millenial adalah generasi yang dekat dengan internet, di samping masih muda, juga masih dalam proses pencarian jati diri, punya semangat yang tinggi serta belum punya tanggungan.

Pada konteks inilah mereka rentan terpapar paham radikal-teroris. “Kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi canggih itu, tidak hanya membuat hidup kita serba instan, tapi juga memudahkan kita untuk mengakses paham-paham yang boleh jadi bertentangan dengan nilai-nilai agama dan visi hidup kita dalam berbangsa dan bernegara,” tuturnya. (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply