Kesibukan Manusia Dalam Urusan Dunia Dan Mencari Harta

 Kesibukan Manusia Dalam Urusan Dunia Dan Mencari Harta

Kesibukan manusia dalam urusan dunia dan mencari harta. Hal ini sebagai dijelaskan dalam sebuah hadis Nabi.

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُ, الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَبَارِكْ عَلى نَبِيِّنَا مُحمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانِ إِلى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَا بَعْدُ: فَياَ عِبَادَ اللهِ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَقُوْنَ. إِتَقُوا اللهِ حَقَ تُقَاتِهِ وَلاَتَموْتُنَ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyirol muslimin, rohimakumulluh

Bertakwalah kepada Allah dan mengingat selalu kita semua diciptakan dan ke mana kelak kita akan kembali setelah kita semua meninggal dunia. Berpikirlah tentang dunia ini, keadaan-keadaannya, dan perubahan-perubahannya, niscaya kita akan mengerti bahwa dunia adalah tipu daya, fatamorgana, senda gurau, dan permainan belaka, hanya merupakan saat-saat yang berlalu cepat, lantas semuanya akan segera pergi. Bandingkan, apakah yang akan dihadapi esok dengan apa yang telah berlalu, dan ambillah pelajaran wahai orang-orang yang memiliki pandangan!

Ma’asyirol muslimin, rohimakumulluh

Para hadirin! di antara kita ada yang berusia lanjut, juga ada yang masih muda belia. Bukankah masing-masing dari kita jika dibandingkan dengan era panjang yang telah lewat, seakan-akan hanyalah bayangan dalam mimpi atau imajinasi dalam khayal, di saat mana ia berada? Kaum muslimin, inilah hakikat dunia. Patutkah ia menjadi puncak obsesi bagi orang yang berakal? Patutkah ia diutamakan daripada kehidupan akhirat? Patutkah seseorang menyibukkan hati, pikiran, dan badannya untuk meraih dunia sambil berpaling dari akhirat? Banyak orang yang sibuk dengan dunia sehingga dunia menjadi obsesi terbesarnya dan puncak pengetahuannya. la sibuk mengumpulkan harta, tanpa peduli dari mana ia memperoleh harta itu? Lalu menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak disyariatkan. la tidak peduli bagaimana seharusnya membelanjakannya. Seakan-akan ia diciptakan di dunia untuk hidup kekal di dalamnya dan menikmati syahwatnya sesuka hatinya, sekalipun mendapat murka Allah. Jika menjual atau membeli, ia berbohong, menipu, dan curang. Jika membuat sesuatu untuk orang lain, ia tidak menunaikan amanat di dalamnya. Jika mempunyai tugas, ia melalaikan dan mengabaikan tugas itu seraya menuntut gajinya secara penuh, sementara ia tidak menuntaskan pekerjaannya secara sempurna. Orang yang memakan harta dengan cara seperti ini, sungguh layak untuk disebut sebagai “pencuri terselubung”

Ma’asyirol muslimin, rohimakumulluh

Tujuan dan cita-cita manusia berbeda-beda. Ada yang menginginkan dan berupaya memperoleh harta sekalipun melalui cara-cara yang diharamkan. Ada yang menginginkan kedudukan, kepemimpinan, dan kehormatan di hadapan sesama makhluk. Dan ada yang menginginkan kekuasaan di tengah manusia, dengan cara yang benar maupun tidak benar. Ada yang inginnya berasyik-asyik dengan lagu-lagu dan permainan, sehingga dengan itu ia menghalang-halangi dari dzikir kepada Allah dan dari sholat. Dan masih ada tujuan-tujuan duniawi lainnya. Nabi telah bersabda menjelaskan keadaan mereka dan yang semisal mereka :

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَعَبْدُ الدِّرْهَمِ وَعَبْدُ الْخَمِيصَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ تَعِسَ وَانْتَكَسَ وَإِذَا شِيكَ فَلَا انْتَقَشَ طُوبَى لِعَبْدٍ آخِذٍ بِعِنَانِ فَرَسِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَشْعَثَ رَأْسُهُ مُغْبَرَّةٍ قَدَمَاهُ إِنْ كَانَ فِي الْحِرَاسَةِ كَانَ فِي الْحِرَاسَةِ وَإِنْ كَانَ فِي السَّاقَةِ كَانَ فِي السَّاقَةِ إِنْ اسْتَأْذَنَ لَمْ يُؤْذَنْ لَهُ


”Sungguh celaka hamba dinar, sungguh celaka hamba dirham, sungguh celaka hamba khomîlah, sungguh celaka hamba khomîshoh. Jika diberi ia senang, dan jika tidak diberi ia marah. Sungguh celaka dan rugilah ia, dan jika tertusuk duri, maka duri itu tidak akan bisa dicabut. Berbahagialah hamba yang memegang kendali kudanya di jalan Allah, kepalanya kusut, kedua telapak kakinya berdebu. Jika bertugas jaga, ia berjaga; dan jika bertugas di belakang pasukan, ia berada di belakang Pasukan. Jika ia menjadi Perantara untuk suatu keperluan, tidak diterima; dan jika meminta izin, tidak diizinkan. ”

Kaum muslimin! Anda tidak diperintah agar meninggalkan dunia sama sekali, karena ini tentu mustahil. Anda hanya diperintah supaya bersikap proporsional dalam mencarinya. Carilah dunia dengan sikap yang wajar, dengan Cara yang dibolehkan, dan jangan sampai hal itu melupakan Anda Cari dzikir dan taat kepada Alloh. Laksanakan ketaatan kepada Allah dan berusahalah mencari rezeki Allah sesuai dengan cara yang diperintahkan oleh-Nya, dengan bersikap jujur dalam muamalah, melaksanakan amanah, menasihati sesama manusia, dan keikhlasan kepada Al-Khaliq. Dengan begitu, Anda akan meraih dunia dan akhirat. Allah berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْ��ِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal sholih, baik laki-laki maupun Perempuan, sedangkan ia beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Redaksi

Terkait

Leave a Reply