Gus Sholah: Induk Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional Sudah Baik

 Gus Sholah: Induk Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional Sudah Baik

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Sholahudin Wahid (FOTO: iNews)

HIDAYATUNA.COM, JOMBANG – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, KH Sholahudin Wahid, atau yang akrab disapa Gus Sholah, mengatakan bahwa pendidikan dasar menengah antara pendidikan nasional di bawah Kementerian Pendidikan serta pendidikan Islam di bawah Kementerian Agama kini sudah banyak kemajuan.

“Bahkan, kerja sama antara kedua kementerian ini yang menjadi induk pendidikan Islam dan pendidikan nasional sudah baik,” katanya di sela-sela seminar tentang memadukan pendidikan Islam dan pendidikan nasional di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ahad (25/8/2019).

Pada kesempatan yang sama Gus Sholah, sapaan akrabnya, juga mendesak agar anggaran pendidikan di Kementerian Agama ditambah. Hal ini mengingat adanya perbedaan cukup besar dengan anggaran di Kementerian Pendidikan.

“Terungkap bahwa pendidikan Islam itu kecil porsi anggaran, cuma 10 persen. Padahal, madrasah itu 94 persen swasta. Sedangkan sekolah itu sebagian besar sekolah negeri, jadi pemerintah daerah perlu membantu madrasah,” ucapnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI Kamaruddin Amin saat menjadi pembicara kegiatan seminar tersebut mengaku tantangan pendidikan nasional ke depan cukup besar, terlebih lagi menghadapi persaingan global, sehingga anak-anak harus dipersiapkan untuk menghadapinya.

“Tentang persaingan global, sehingga harus persiapkan anak bangsa yang tidak hanya kemampuan kognitif yang baik atau skill yang cukup tapi juga harus memiliki karakter kuat, misalnya tentang integritas, kreativitas, rasa ingin tahu yang tinggi, kritis, kolaboratif dan lain-lain,” katanya.

Kompetensi yang sangat dibutuhkan, lanjut Kamarudin, adalah karakter di abad ke-21 ini, sehingga anak-anak bangsa ke depan diharapkan memiliki karakter kuat, pengetahuan yang luas, juga memiliki skill yang dibutuhkan.

“Kualitas pendidikan baik di bawah Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan saat ini sudah baik. Bahkan, para guru juga terus dilatih guna meningkatkan kualitasnya dari sisi pembelajaran hingga memastikan anak-anak mempunyai literasi digital,” pungkasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply