Karena Corona, Palestina-Israel Pertimbangkan Pertukaran Tahanan

 Karena Corona, Palestina-Israel Pertimbangkan Pertukaran Tahanan

HIDAYATUNA.COM – Di tengah kekhawatiran yang timbul akibat pandemi virus corona, pejabat Israel dan pemimpin Palestina dari gerakan Hamas di Jalur Gaza telah bertukar pernyataan di media, sebuah pertukaran pernyataaan yang meningkatkan ‘peluang’ dalam pembebasan beberapa tahanan Palestina, dengan imbalan pengembalian jasad tentara Israel ke negaranya.

Seperti yang diketahui, sampai saat ini Israel telah melaporkan 7.428 kasus dari virus corona yang sudah dikonfirmasi, termasuk 40 kematian. Sementara itu di wilayah Palestina, 194 kasus telah dicatat secara resmi, termasuk satu kematian di wilayah West Bank.

Menurut kelompok hak asasi manusia terhadap tahanan Palestina, Addameer, sekitar 5.000 warga Palestina saat ini sedang ditahan di lebih dari 20 pusat penahanan milik Israel.

Sementara itu, Hamas diyakini sedang menyimpan dua jasad tentara Israel yang terbunuh selama perang di Jalur Gaza pada tahun 2014.

Pejabat militer dan politik Israel, mengatakan kepada surat kabar Maariv bahwa ada ‘jendela peluang’ untuk memajukan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas, dengan mengatakan bahwa ‘sebuah pertemuan penting’ di Kementerian Pertahanan saat ini sedang diadakan untuk membahas masalah tersebut.

Menurut surat kabar Maariv, memajukan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas, organisasi Islam Palestina yang berkuasa di Jalur Gaza, akan bisa diwujudkan melalui ‘paket bantuan kemanusiaan’.

Pada hari Kamis, pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, mengatakan bahwa ‘ada kemungkinan inisiatif untuk memajukan file itu (pertukaran tahanan)’.

“Israel akan melakukan tindakan kemanusiaan yang lebih besar dari hanya sekadar proses pertukaran saja, dengan membebaskan tahanan Palestina yang sedang sakit dan wanita, ada kemungkinan bahwa kami akan menawarkan sesuatu kembali (pada mereka),” kata Sinwar, tanpa menjelaskan lebih lanjut tentang pernyataannya.

Sinwar juga memperingatkan Israel bahwa saat ini Hamas sedang ‘memantau dengan perhatian yang sangat tinggi’ tentang adanya laporan bahwa virus corona sedang menyebar di antara tahanan Palestina yang sedang ditahan oleh Israel.

Pada awal pekan ini, Menteri Pertahanan Israel, Naftali Bennett, berpendapat bahwa untuk masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, yang telah berada di bawah status blokade selama hampir 13 tahun, harus dengan adanya syarat bahwa Hamas akan menyerahkan jasad dari dua tentara Israel.

“Di saat ada pembicaraan tentang dunia kemanusiaan di Gaza, Israel juga butuh bantuan kemanusiaan, yang terutama dalam pengembalian jasad tentara Israel yang telah gugur,” kata Bennett.

“Saya pikir kita perlu memasuki dialog yang lebih luas lagi tentang Gaza dan kebutuhan kemanusiaan kita. Tidaklah benar untuk memisahkan dua hal ini,” tambahnya.

Menanggapi komentar dari Bennet, Sinwar mengatakan: “Jika sampai kami menemukan orang yang terinfeksi oleh virus corona di Jalur Gaza tidak bisa bernafas, kami akan mencabut nafas enam juta Zionis, dan kami akan mengambil apa yang kami inginkan dari anda (Israel) dengan paksa.” (Middleeasteye.net)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply