JMQH Bojonegoro Komitemen Jaga Kelestarian Hafalan Al-Qur’an

 JMQH Bojonegoro Komitemen Jaga Kelestarian Hafalan Al-Qur’an

Jam’iyah Mudarosatil Qur’an Lil Hafizhah atau JMQH Bojonegoro berkomitemen untuk jaga kelestarian hafalan Al-Qur’an

HIDAYATUNA.COM, Bojonegoro — Ketua Jam’iyah Mudarosatil Qur’an Lil Hafizhah (JMQH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Nyai Hj Nur Qudsiyatin mengatakan kepengurusan JMQH Bojonegoro ini baru pertama terbentuk untuk periode 2020-2024.

Kendati demikian, lanjutnya, keberadaan para penghafal Al-Qur’an itu cukup eksis dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan sebelum-sebelumnya, seperti pengajian kubro dan lain sebagainya. Bahkan sekitar tahun 1998 silam, hafizah di Bojonegoro sempat terorganisir dengan baik.

Hal itu disampaikan saat pelantikan pengurus JMQH Bojonegoro. Ia mengaku, dulu pengurus organisasi ini sangat minim, lantaran banyak yang belum mau berorganisasi. Namun sekarang jumlahnya sudah mencapai 300 orang. Bahkan di kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro dapat dipastikan ada hafizahnya.

“Kita sudah memprogramkan empat bulan sekali mengadakan roadshow ke kecamatan-kecamatan,” tuturnya usai terpilih menjadi Ketua JMQH Bojonegoro dikutip dari laman resmi NU, Rabu (11/3/2020).

Dirinya berharap, ke depan pemerintah bersama-sama dengan JMQH bisa mengayomi dan ngopeni hafizah di Bojonegoro, sehingga keberadaan penghafal Al-Qur’an kian masif tidak hanya di tingkat kabupaten dan kecamatan, namun juga merambah ke desa-desa.

“Terpenting JMQH Bojonegoro akan terus mencari dan merawat hafizah Bojonegoro, agar tidak minder dan sering murojaah serta Al-Qur’an yang sudah dihafal tidak hilang. Sebab selain sudah berkelurga, hafizah yang selesai mondok akan disibukkan dengan urusannya di rumah,” terangnya.

JMQH Bojonegoro terus berupaya menciptakan kader hafizah terus dilakukan. Sejumlah pesantren dan sekolah program hafizah terus berjalan dengan baik.

“Meskipun di pendidikan formal, hafalannya juz 30 atau juz amma. Program JMQH termasuk gerakan baca tartil, gerakan baca tafsir, dan gerakan buah yakni gerakan menghasilkan kader berikutnya menjadi hafizah,” tandasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply