Jenazah Muslim Korban Corona di Jatim Harus Disalati

 Jenazah Muslim Korban Corona di Jatim Harus Disalati


HIDAYATUNA.COM, Surabaya –  Seluruh jenazah yang beragama Islam, atau Muslim, yang menjadi korban virus corona di Jawa Timur (Jatim) diminta untuk disalatkan terlebih dahulu sebelum dikuburkan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi sebagaimana dikutip Hidayatuna.com, pada Ahad, 19 April 2020.

“Meskipun hanya oleh satu orang, jenazah Muslim korban virus corona harus tetap disalati,” kata Khofifah.

Gubernur Jatim itu menjelaskan bahwa setiap jenazah pasien korban covid-19 yang muslim harus disalatkan di rumah sakit rujukan sebelum dimakamkan.

“Menyalati menjadi salah satu hak jenazah selain dimandikan, dikafani dan dikuburkan. Hukumnya fardhu kifayah,” sambungnya. 

Namun demikian, Khofifah juga mewanti-wanti agar pihak yang bertugas melakukan pengurusan jenazah untuk tetap mengikuti protokol medis ditambah dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat Islam.

“Salat jenazah, harus dengan tetap menjaga diri dari penularan virus, sehingga lokasi shalat harus dilakukan di tempat yang aman dari penularan corona,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Khofifah, semua jenazah korban Covid-19 telah ditangani sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga dipastikan tidak dapat menularkan virus tersebut pada manusia lainnya setelah dikubur.

“Tidak ada satupun orang yang ingin terkena musibah ini. Siapa pun bisa terkena tanpa memandang status sosial, kaya atau miskin, pejabat atau rakyat. Jadi sudah sewajarnya kita saling tolong menolong,” tandasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply