Muslim di Manhattan Bagi-Bagi Makan Malam Pada Yang Membutuhkan

 Muslim di Manhattan Bagi-Bagi Makan Malam Pada Yang Membutuhkan

HIDAYATUNA.COM – Komunitas Muslim di Manhattan, New York terbiasa dengan kegiatan yang mereka lakukan selama bulan Ramadan yakni membagikan makanan bagi orang-orang yang membutuhkan.

Pembagian tersebut tidak dilakukan hanya untuk sesama Muslim . Makanan untuk sebanyak 200 porsi yang disediakan oleh komunitas Muslim selama bulan Ramadan tersebut dibagikan untuk setiap orang yang tinggal di sekitar Herald Square, Manhattan.

“Sementara kita memberi makan mereka, kita juga memberi makan jiwa kita pada saat yang sama,” kata Mohammed Bahe, direktur Pusat Komunitas Muslim di Bay Ridge dilansir dari The Hour, Jumat (8/5/20).

Ramadan di tengah pandemi Covid-19 memang dirasakan Bahe sangat berbeda, akan tetapi pihaknya berusaha untuk tetap melaksanakan kegiatan berbagai makanan tersebut sebagaimana Ramadan sebelumnya.

Aksi berbagi makanan oleh komunitas Muslim di Manhattan menurutnya telah berlangsung sedari 2014 yang dikemas dalam tema ‘Need2Feed’. Kegiatan yang semula hanya dilaksanakan dalam dua hari dalam seminggu tersebut kemudian menjadi viral dan panitia memutuskan mengadakannya di setiap malam selama bulan suci Ramadan.

Selama Ramadhan, kata Bahe, masjid biasanya rama di malam hari akan banyak pertemuan yang terjadi dan anak-anak berlarian di antara orang-orang bertadarus Al Quran. Tapi tahun ini, pertemuan itu dilarang sebagai risiko kesehatan.

“Setiap kali saya menyumbangkan waktu saya, Allah, akan memberikan saya berkah lain. Itu sudah tertanam dalam diri kita,” kata Mohammed Widdi, koordinator Muslim Giving Back yang juga aktif dalam kegiatan berbagi itu.

Di bulan Ramadan dimana umat Muslim telah memulai harinya dengan makan sahur sebelum subuh untuk berpuasa sepanjang hari, pagi hari mereka pergi membeli makanan dan barang-barang lainnya dari hasil donasi yang terkumpul untuk membuat makanan tersebut.

Beberapa donatur muslim bahkan menyumbangkan bahan atau menu makanan yang sama dengan yang ia sajikan di restoran halal miliknya seperti nasi, ayam, salad sayuran, dan berbagai menu vegetarian.

Di sore hari, para relawan kembali ke masjid untuk mengemas makanan ke dalam wadah meski mereka masih berpuasa. Menjelang berbuka puasa mereka akan berhenti sejenak untuk menyiapkan diri serta berbuka dan kemudian di malam hari mereka membagikan makanan itu kepada yang membutuhkan.

“Itu benar-benar membuat saya berpikir tentang semua orang yang menahan diri dari makanan dan air hanya karena mereka tidak mampu makan,” kata Dania Darwish, 27, direktur Pusat Wanita Asiyah dan seorang sukarelawan. (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply