Jadwal Imsak Ramadan 1443 H di Surabaya

 Jadwal Imsak Ramadan 1443 H di Surabaya

Ramadan begitu cepat berlalu (Ilustrasi/Hidaytauna)

HIDAYATUNA.COM, Surabaya – Jadwal imsak selama Ramadan 1443 H atau April 2022 di Surabaya banyak dicari warga sekitar. Hal ini tentu menjadi daya tarik lantaran saat puasa Ramadan, umat Muslim berlomba-lomba dalam kebaikan misalnya pada jam sahur.

Makan sahur pada saat puasa Ramadhan hukumnya sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. Namun jangan terlena saat makan sahur karena ada jadwal imsak di Surabaya yang menentukan waktu dimulainya puasa.

Makan sahur adalah hal yang membedakan antara puasa kita dengan puasa orang-orang terdahulu sebab mereka berpuasa tanpa sahur. Jangankan jadwal imsak seperti di Surabaya, makan sahur pun tidak sehingga bisa dibayangkan lamanya waktu menahan hawa nafsu.

Menurut sejarah Islam, sebelum Rasulullah Saw hadir menyempurnakan akidah Islam, kewajiban berpuasa Ramadan itu kewajiban umat Islam terdahulu. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Baqarah ayat 183, puasa umat terdahulu lebih berat daripada puasa yang diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad.

Orang-orang terdahulu harus memulai puasa tanpa sahur setelah terbangun dari tidur. Jika mereka tidur pukul 20.00 lalu terbangun pukul 01.00 karena ingin ke toilet, maka sejak detik itu waktu berpuasa sudah dimulai sampai maghrib.

JADWAL IMSAKIYAH RAMADAN 1443 H

UNTUK SURABAYA DAN SEKITARNYA

Jadwal imsak Ramadan 1443 H di Surabaya
Jadwal imsak Ramadan 1443 H di Surabaya

Bulan Ramadan sebelum kehadiran Rasulullah juga menuai beberapa larangan. Salah satunya menikah di bulan Ramadhan bagi umat Nasrani terdahulu, semakin lengkap siksaan hidup umat zaman dahulu.

Puasa tanpa makan sahur dan larangan menikah di bulan Ramadan menjadi pembeda yang mencolok pasca kehadiran Rasulullah Saw. Umat Nabi Muhammad kini tidak ada larangan menikah meskipun di bulan Ramadan hanya saja, bagi pengantin baru ada ujian kesabaran di siang hari.

Imam Ali Asshobuni menukil riwayat At-Thabari terkait puasanya orang-orang terdahulu: “At-Thabari Meriwayatkan dari Ad-duy bahwa dia berkata:

Telah diwajibkan pula bagi orang Nasrani puasa bulan Ramadan, diwajibkan bagi mereka tidak makan dan minum setelah bangun dari tidurnya. Dan diharamkan bagi mereka menikahi wanita di bulan Ramadhan. Maka puasa Ramadhan bagi mereka sangatlah berat sehingga mereka menggantinya kadang di musim dingin dan musim panas.

Ketika mereka menyadari kesulitan ini, akhirnya mereka bersepakat meletakan puasa Ramadan di antara musim dingin dan panas, yaitu musim semi. Dan mereka berkata ‘Akan kami tambahkan puasa selama 20 hari sebagai penebus dengannya atas apa yang telah kami perbuat. Maka mereka menjadikan total puasa Ramadan menjadi 50 hari’.”

Jadi, tidak perlu mengeluh karena makan sahur terhalang jadwal imsak sebagaimana Indonesia, khususnya Surabaya. Sebab, orang-orang terdahulu lebih berat ujian puasanya dibandingkan Muslim di Surabaya dan lebih luas lagi di Indonesia.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply