Inilah Manfaat Puasa dari Sisi Kesehatan

 Inilah Manfaat Puasa dari Sisi Kesehatan

Rumah sakit zaman Nabi (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Puasa Ramadan menjadi kewajiban umat Muslim yang diperintahkan Allah SWT. setiap tahunnya. Kewajiban tersebut berangkat dari iman setiap ayat atau hadis yang kita yakini kebenarannya.

Perintah puasa dibarengi dengan firman Allah:

وَأن تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“… Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al-Baqarah 184)

Dulu kita meyakini nilai kebaikan dalam puasa adalah dari sisi pahala saja. Ternyata secara kesehatan dibenarkan oleh medis.

Dr. Wita Kartika Nurani, SpPD, K-AI, menjelaskan manfaat puasa di bidang imunologi. Di salah satu slidenya yang diungkapkan Kiai Ma’ruf Khozin dalam laman media sosial Facebooknya, beliau menulis tentang manfaatnya sebagai berikut:

– Mengendalikan gula darah, tekanan darah dan berat badan

– Membantu mempertahankan elastisitas kulit

– Memperbaiki mood

– Membuang racun yang tidak berguna

– Meningkatkan hormon pertumbuhan

– Menurunkan inflamasi (reaksi kekebalan alami yang dimiliki tubuh untuk melawan berbagai serangan penyakit atau mikroorganisme jahat)

Puasa Ramadan bukan hanya baik dari sisi agama, akan tetapi juga baik bagi kesehatan. Oleh karenanya Allah SWT. mewajibkannya di bulan Ramadan kepada semua umat Islam yang tidak berhalangan.

Meski memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, tetap saja tidak dianjurkan bagi orang yang sedang sakit. Beberapa kondisi lain yang memperbolehkan seseorang tidak berpuasa saat bulan Ramadan ialah ibu hamil dan menyusui, musafir, orang tua yang sudah tidak mampu.

Sebaiknya orang-orang yang dibolehkan tidak berpuasa tersebut mengganti puasanya di lain waktu. Adapun bagi ibu hamil dan menyusui dapat membayar fidyah (denda) yakni memberi makan dhuafa.

Setelah mengetahui keutamaan puasa dari sisi kesehatan, tidak ada alasan lagi bagi umat Muslim yang sehat untuk tidak berpuasa. Semoga puasa Ramadan 1443 H kita diterima di sisi Allah SWT. dan kembali dipertemukan lagi dengan Ramadan dan Idul Fitri tahun-tahun berikutnya. Wallahu’alam bi-Showab.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply