Ini Penjelasan Mengapa RS Indonesia di Gaza Jadi Percontohan

 Ini Penjelasan Mengapa RS Indonesia di Gaza Jadi Percontohan

HIDAYATUNA.COM, Bekasi – Direktur dan pendiri media dakwah Radio Silaturahim (Rasil) Ichsan Thalib mengatakan, Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, Palestina, menjadi masyhur di kalangan rakyat dan kelompok perlawanan dan menjadi percontohan. Hal itu, kata Ichsan karena sifatnya yang mempersatukan.

“Untuk menyatukan orang-orang di Gaza, ada yang berpendapat seperti menyatukan minyak sama air, sebagian sudah pesimis, tetapi akhlak menjadi contoh,” kata Ichsan di kutip dari MINA Senin (16/3/2020).

Pada 4 Maret, Ichsan bersama tim lembaga medis kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tiba di Tanah Air setelah berkunjung ke Gaza sekitar dua pekan lamanya, guna meninjau progres pembangunan tahap dua Rumah Sakit Indonesia.

Selain sebagai pemberi layanan medis bagi warga Gaza, Ichsan mengungkapkan, beberapa kali ia mendapati berbagai perwakilan faksi bersenjata di Gaza bertemu dan berkumpul di ruang tamu Wisma Indonesia, tempat para relawan Indonesia tinggal di sisi Rumah Sakit Indonesia.

“Ada yang mengucapkan selamat, ini dari ini, dia dari ini, gak pernah ketemu, di sini kenalnya. Jadi silaturahmi itu penting dan Rumah Sakit Indonesia ini jadi masyhur di sana karena sifatnya yang mempersatukan. Itu sebuah ikhtiar, tanpa persatuan sulit untuk memerdekakan (Palestina), karena umat Islam kelemahannya di situ,” ujarnya.

Menurut Ichsan, keunikan Rumah Sakit Indonesia bukan sekedar dikenal sebagai Mustasyfa Indonesia dengan gambar khusus dan menjadi ikon dari Gaza, tetapi Rumah Sakit Indonesia ini juga dibangun oleh orang Indonesia dan ditangani oleh orang Indonesia sendiri. Dimana puluhan relawan Indonesia bekerja di sana dan bersentuhan dengan orang-orang Gaza.

“Mereka ini, sama pimpinan proyek kita, diatur menjadi diplomat. Ketika hari Jumat, teman-teman dari para relawan pembangunan dibuat beberapa kelompok, lima atau enam kelompok, pergi ke berbagai faksi untuk silaturahmi kepada mereka, sehingga setiap faksi merasa memiliki rumah sakit ini,” tandasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply