Ijazah Sunan Ampel kepada Kiai As’ad Syamsul Arifin Situbondo

 Ijazah Sunan Ampel kepada Kiai As’ad Syamsul Arifin Situbondo

Sunan Ampel (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Salah seorang Ulama Nusantara sekaligus tokoh penting dalam berdirinya jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) KH. As’ad Syamsul Arifin Situbondo memiliki sebuah amalan yang tidak pernah ditinggalkan selepas shalat lima waktu.

Ijazah tersebut merupakan pemberian dari Sayyid Ali Rahmatullah atau yang lebih dikenal Sunan Ampel. Salah satu Wali Songo yang berperan penting dalam mensyiarkan Islam di pulau Jawa.

Dilansir dari akun Twitter @SejarahUlama, Jumat (01/04), salah satu ijazah itu ialah salawat khidriyah:

صلى الله على محمد ١٠٠ مرة

Dimana salawat tersebut dibaca setiap selesai salat lima waktu. Yakni dibaca persis selesai salam sebelum posisi kaki berubah.

Menurut beberapa Kiai yang menerima langsung dari Kiai As’ad Syamsul Arifin, diceritakan Kiai As’ad Syamsul Arifin menerima ijazah tersebut dari Sunan Ampel di suatu malam sekitar jam 11 ke atas.

Disebutkan bahwa dawuh Sunan Ampel salawat ini disebut Salawat Khidriyah karena salawat ini sering dibaca Nabi Khidir.

Oleh karena itu jika ingin mengamalkan salawat ini harus mingirimkan Fatihah tawassul kepada Rasulullah SAW, Nabiyaallah Khidir Balyan bin Malkan As, Maulana Rahmatullah Sunan Ampel, dan KHR. As’ad Syamsul Arifin.

Setelah membaca salawat tersebut kemudian meminta hajat yang kita butuhkan. Saat memanjatkan hajat, hati kita harus mengutarakan “Ya Rasulallah, hamba dalam keadaan ………… (minta hajat Anda).

Adapun fadhilah membaca salawat ini antara lain, (1) dimudahkan sampai ke Mekkah Madinah. (2) mendapat rizki yang mengalir deras. (3) Rasulullah Saw akan hadir di saat sakarotul maut.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply