Hukum Mendahului Imam Saat Salat

 Hukum Mendahului Imam Saat Salat

Niat salat zuhur untuk imam dan makmum (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Dalam mengerjakan salat ada beberapa hal yang bisa membatalkan salat, salah satunya mendahului imam. Kiai Yahya Zainul Ma’arif atau lebih akrab disapa Buya Yahya menjelaskan ada beberapa gerakan salat yang bisa membatalkan salat.

Ulama asal Blitar itu menjelaskan, mengucapkan salam sebelum imam mengucapkan salam maka hukumnya batal melaksanakan salat.

“Mendahului imam ada yang diucapkan mendahului imam membatalkannya salat yaitu salam,” kata Buya Yahya melalui video singkat diunggah akun Instagram @galeri_mah, dikutip Senin (14/03/2022).

“Sebelum imam, Anda sudah salam dulu, kecuali kalau niatnya mufaroqoh,” imbuhnya.

Dalam membaca surah Alfatihah, jika mendahului imam, maka hukumnya makruh.

“Adapun surah Alfatihah kita mendahului imam itu sah, itu hanya makruh saja. Jadi kalau maupun kemudian kita mendahului imam selain daripada takbiratul ihram sama selain salam maka adalah sah tapi makruh,” terangnya.

Sebagian ulama mengatakan makruh bisa menghilangkan pahala jamaah, kata Buya Yahya. Kalau rukun fi’li kerjaan makmum tidak boleh mendahului imam dan juga tidak boleh terlambat dari imam.

“Cuman ada ukurannya dong seorang makmum tidak boleh mendahului imam dengan 2 rukun sempurna,” jelasnya.

“Contoh imam masih berdiri tiba-tiba makmumnya ruku’ tanpa ada niat mufaroqoh tanpa dia memisahkan diri itu batal. Niat memisahkan diri hukumnya sah. Yang membatalkan apa? 2 rukun biarpun rukun pendek i’tidal sama ruku’. Adapun ketinggalan kalau ketinggalan seorang makmum tidak boleh ketinggalan 2 rukun tanpa udzur,” tandasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply