Hukum Bersedekah Atas Nama Mayit

 Hukum Bersedekah Atas Nama Mayit

Islam mengajarkan kepedulian terhadap sesama salahsatunya dengan bersedekah. Tujuan bersedekah adalah untuk menyucikan harta dari hak orang lain di dalam harta kita. Secara sosial ekonomi sedekah juga menjadi salah satu jalan yang tepat untuk mendorong pengentasan kemiskinan. Maka penting sekali gerakan bersedekah dimasyarakat digalakkan.

Selain memiliki fungsi secara duniawi, sedekah juga menjadi jalan spiritual untuk mendapatkan pahala baik untuk dirinya sendiri maupun orang yang sudah meninggal. Meniatkan bersedekah atas nama orang yang sudah meninggal merupakan hal baik sebagaimana yang dilakakuan oleh Sa’d bin Ubadah yang diriwayatkan Ibnu Abbas berikut:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا، أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا؟ قَالَ:نَعَمْ

قَالَ: فَإِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِيَ المِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

Artinya: “ Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat pahala jika aku bersedekah atas nama beliau ? ” Nabi menjawab : Ya. Lalu Sa’d berkata: sesungguhnya aku mempersaksikan kepadamu wahai Rasulullah bahwasannya kebunku yang sedang berbuah ku sedekahkan kepadanya (ibuku)”(HR. Bukhari 2756)

Imam Nawawidalam Al Minhaj Syah Shahih Muslim menjelaskan hadits diatas sebagai berikut:

وَفِي هَذَا الْحَدِيث جَوَاز الصَّدَقَة عَنْ الْمَيِّت وَاسْتِحْبَابهَا ، وَأَنَّ ثَوَابهَا يَصِلهُ وَيَنْفَعهُ ، وَيَنْفَع الْمُتَصَدِّق أَيْضًا ، وَهَذَا كُلّه أَجْمَعَ عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ 

Artinya: “Dalam hadits ini menunjukkan bolehnya bersedekah untuk mayit dan itu disunahkan melakukannya, dan sesungguhnya pahala sedekah itu sampai kepadanya dan bermanfaat baginya, dan juga bermanfaat buat yang bersedekah. Dan, semua ini adalah ijma’ (kesepakatan) semua kaum muslimin.”

Menguatkan hadits di atas berikut sabda Nabi yang lain:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: dari Abi Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah saw bersabda: “Apabila seorang manusia telah meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga hal; sedekah jariyah, illmu yang bermanfaat, anak shalih yang mendo’akannya.”

Berdasarkan hadis di atas, para ulama ahlussunnah wa al-jama’ah berpandangan bahwa pahala dari sedekah, infaq, bacaan al-Qur’an, dzikir, serta amal-amal saleh lain yang disampaikan oleh orang yang masih hidup dan ditujukan untuk saudara sesama muslim yang telah meninggal, pahalanya akan sampai kepadanya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply