Hukum Berhubungan Badan pada Malam Takbiran Idul Adha

 Hukum Berhubungan Badan pada Malam Takbiran Idul Adha

Hukum Berhubungan Badan pada Malam Takbiran Idul Adha

Pertanyaan : Saya pernah membaca sebuah artikel bahwa berhubungan badan pada malam takbiran idul adha adalah hal yang dilarang, apakah betul demikian ? mohon penjelasannya. (Nur Mahmudi – Tangerang)

Jawab : Terimakasih atas pertanyaannya. Pada dasarnya Allah SWT menghalalkan suami istri untuk melakukan hubungan badan kapanpun bahkan dari arah manapun selama tidak melanggar syariat agama. Sebagaimana dalam al-Quran :

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ

“Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki” (Al-Baqarah : 223).

Namun ada waktu-waktu dimana hubungan badan ini dilarang :

Pertama, adalah saat ibadah puasa ramadhan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. karena jika melanggar maka wajib menjalankan kafarot ‘udzhma (denda besar) yaitu memerdekakan budak, atau puasa 2 bulan beturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin.

Kedua, saat sedang beritikaf di dalam masjid. Hal sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an ayat 187 :

ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا

“(tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya.”

Ketiga, ketika istri sedang haid atau nifas sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an ayat 222 :

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ

Artinya : “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.

Keempat, ketika sedang melaksanakan ibadah haji atau umroh sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an ayat 222 :

ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَٰتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِى ٱلْحَجِّ

Artinya : “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (berhubungan badan), berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.

Lantas bagaimana hukum berhubungan badan di malam Idul Adha ?

Terkait hukum berhubungan badan pada malam hari raya idul fitri atau idul adha tidak ada penjelasan dalam al-Quran dan Hadis yang melarangnya.

Namun dalam kitab Qurrotul Uyun karya Syekh Imam Abu Muhammad, terdapat beberapa nadzam tentang dampak jika berhubungan badan pada malam hari raya idul adha.

Qurrotul Uyun sendiri merupakan kitab pendidikan seks yang banyak dikaji para santri, bagi para santri tentu sudah tidak asing dengan kitab yang satu ini. Pada halaman 66 di kitab tersebut tertulis :

وليلة الأضحى على المشهور # كالليلة الأولى من المشهور

وضف إليها نصف كل شهر # وآخر الليالي منه فآدر

أخبر رحمه الله أن الجماع يمنع في هذه الليالي الأربعة : ليلة عيد الأضحى لما قيل من أن الجماع فيها يوجب كون الولد سفاكا للدماء . والليلة الأولى من أول كل شهر . وليلة النصف من كل شهر . والليلة الأخيرة من كل شهر لقوله عليه الصلاة والسلام لا تجامع رأس ليلة الشهر وفي النصف

Dari redaksi diatas dapat kita pahami bahwa ada 4 malam yang tidak diperbolehkan untuk berhubungan badan :

  1. Malam hari raya kurban
  2. Malam pertama pada setiap bulan
  3. Malam pertengahan pada setiap bulan
  4. Malam terakhir setiap bulan

Beberapa ulama menjelaskan 3 alasan larangan melakukan hubungan badan pada malam-malam tersebut :

Pertama, Karena anak akan berwatak buruk bahkan dikhawatirkan akan menjadi pembunuh

Kedua, Berhubungan badan pada malam-malam tersebut akan diikuti oleh setan, apalagi jika tanpa didahului dengan bismillah atau meminta perlindungan dari Allah SWT.

Ketiga, anak yang lahir nantinya dikhawatirkan akan mudah terkena penyakit kusta atau bahkan menjadi gila. Naudzhubillah

Kesimpulan

Itulah 3 alasan kenapa para ulama melarang berhubungan badan pada malam idul adha, namun sebagai catatan bahwa larangan tersebut hanya sebatas makruh dan tidak sampai haram seperti jika berhubungan badan di siang hari ramadhan.

Perlu kami ulangi bahwa tidak ada dalil Al-Quran atau hadis yang melarang berhubungan badan pada malam hari raya, namun terdapat pendapat ulama yang me-makruhkannya karena beberapa alasan diatas dan sebagai bentuk kehati-hatian.

Wallahu ‘Alam

Redaksi

Terkait

Leave a Reply