Haul Hasyim Muzadi, Pengasuh Al-Hikam: Pesantren Bentuk Karakter Kemandirian

 Haul Hasyim Muzadi, Pengasuh Al-Hikam: Pesantren Bentuk Karakter Kemandirian

Pada kesempatan Haul KH Hasyim Muzadi, Pengasuh Al-Hikam menjelaskan bahwa pesantren bentuk karakter kemandirian.

HIDAYATUNA.COM, Depok — Pesantren Al-Hikam Depok menggelar acara Peringatan Haul ke-3 KH Hasyim Muzadi, Ahad (15/3) malam. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikam Depok KH Yusron Ash-Shidqi mengatakan dengan peringatan haul KH Hasyim Muzadi, kita mengirimkan doa buat almarhum. Selain sebagai ajang silaturahim, juga meneladani selama masa hidupnya.

Beragam rangkaian acara Haul diselenggarakan. Di antaranya, dialog kebangsaan yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, semaan Alquran 30 juz, tahlil, zikir, doa dan pengajian bersama Gus Baha (KH. Bahauddin Salim).

Kiai Yusron mengungkapkan, momen haul tersebut juga menjadi refleksi dari keberadaan pesantren di tengah masyarakat. Menurutnya, sistem pendidikan di pesantren memiliki salah satu kelebihan diantaranya pembentukan karakter melalui kemandirian dan keteladanan.

“Di pesantren itu mengajarkan kitab kuning dan ini juga bagian dari menumbuhkan tradisi keilmuan di Pesantren,” ujarnya dikutip Senin (16/3/2020).

Dia menambahkan, model pengajaran Kitab Kuning yang menggunakan teks Arab tanpa harakat memiliki keunikan tersendiri, yakni sang guru membaca perkata dengan memberikan harakat serta menterjemahkannya ke dalam bahasa Arab.

“Di sini membutuhkan kesabaran karena pembahasan sebuah kitab dari awal sampai akhir. Justru inilah yang melestarikan tradisi pesantren. Mungkin saudara kita ada yang belajar dengan metode secara tematik dan itu juga bagus,” tutur Kiai Yusron.

Sementara itu, dia menilai, pengajian dengan metode mengaji Kitab Kuning telah memberikan semangat baru di dunia pesantren. Bahkan, telah menyadarkan para pengajar di pondok pesantren untuk Istiqomah dalam berkhidmat bagi pesantren.

“Melalui pengajian Kitab Kuning bisa dilihat secara online. Ini telah banyak menyadarkan para ustadz, mereka banyak yang bilang pengen mengabdi di pesantren, mengajar santri,” ucap Yusron.

Baca Juga: Aktivis Anti-ekstremis Protes Pelanggaran HAM Terhadap Muslim Uighur

Redaksi

Terkait

Leave a Reply