Hasil Kongres Umat Islam Diharapkan Bisa Perangi Islamophobia

 Hasil Kongres Umat Islam Diharapkan Bisa Perangi Islamophobia

Hasil Kongres Umat Islam Diharapkan Bisa Perangi Islamophobia Yang Selama Ini Tengah Melanda Dunia Khususnya di Eropa dan Amerika Serikat

HIDAYATUNA.COM, Pangkalpinang — Kasus kekerasan terhadap umat muslim di India beberapa waktu lalu dipicu adanya Undang-Undang Kewarganegaraan India yang hanya memberi status kewarganegaraan bagi imigran yang menerima persekusi di negaranya dengan syarat beragama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Muslim. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan Muslim India meninggal dan ratusan lainnya luka-luka.

Situasi ini mendorong Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengajak forum Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VII untuk mengambil peran dalam mengurangi Islamophobia di dunia. Ia berharap keberadaan KUII bisa memerangi Islamophobia itu sendiri.

“Dihadiri para tokoh agama Islam lintas ormas, KUII tentu punya posisi strategis dalam peran-peran internasional. KUII semestinya ambil peran terdepan dalam menghilangkan Islamophobia di dunia,” kata Fachrul Razi dikutip dari laman resmi Kemenag Senin (2/3/2020).

Fachrul Razi prihatin dan mengecam keras peristiwa kekerasan atas nama agama tersebut. Menag mengimbau agar umat beragama di India tidak merusak nilai kemanusiaan atas nama agama.

“Tidak ada ajaran agama manapun yang membenarkan tindakan kekerasan, apapun motifnya. Memuliakan nilai kemanusiaan adalah esensi ajaran semua agama,” tegasnya.

“Saya mengajak KUII untuk memperkenalkan dan tunjukkan pada dunia bahwa kita, Islam itu seperti apa. Islam yang mengajarkan toleransi, Islam yang damai,” sambungnya.

Layaknya kongres pada umumnya, KUII tentu telah menghasilkan sejumlah rumusan. Menag berpesan agar rumusan KUII VII dapat memperkuat relasi keislaman dan kebangsaan, serta sejalan dengan semangat pembangunan nasional.

“Rumusan-rumusan yang dihasilkan dalam KUII ke VII harus memperkuat relasi kebangsaan dan keislaman, serta mendukung pembangunan bangsa secara nasional,” ujar Fachrul Razi.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply