Gus Reza Sampaikan Nasihat Kiai Mahrus untuk Para Santri

 Gus Reza Sampaikan Nasihat Kiai Mahrus untuk Para Santri

Nasihat Kiai Mahrus untuk Para Santri (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ada sebuah nasihat dari KH. Mahrus Aly, Lirboyo mengenai tiga hal yang harus dimiliki santri. Hal tersebut dijabarkan oleh KH Reza Ahmad Zahid (Gus Reza).

Tiga perkara tersebut yaitu syaikuhun fatah, aqlun rajah, dan kuttubu shahah. Menurut Gus Reza tiga hal tersebut merupakan hal yang wajib dimiliki santri.

“Pertama, syaikhun fatah atau guru yang membuka hati murid,” kata Gus Reza dikutip dari NU Online, Rabu (20/04/2022).

Gus Reza menyampaikannya dalam Haflah Akhirusanah Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo, Kediri.

Menurut anggota Katib PBNU itu santri harus memiliki seorang guru yang membuka pola pikirnya, serta guru yang mampu membuka hati dan ruhaniyahnya.

“Alhamdulillah kalian di Pondok Pesantren Al-Mahrusiyàh, di Pondok Pesantren Lirboyo berkumpul dengan para masyayikh (guru), berkumpul dengan para kiai. Insyaallah kalian akan mendapatkan keterbukaan hati dan kalian mendapatkan futuhal arifin,” terang kiai muda lulusan Al-Ahghaf University ini.

Kedua, aqlun rajah atau akal yang cerdas. Gus Reza membeberkan bahwa segala, situasi, kondisi serta aktifvitas dan kesibukan yang dilakukan santri di pondok pesantren lambat laun akan mengasah otak santri, sehingga menjadi generasi yang cerdas dan brilian.

“Sehingga saya yakin alumni pondok pesantren, alumni al-Mahrusiyàh pada khususnya, berada di tengah-tengah masyarakat. Dia pasti bisa mengatasi masalah tanpa menimbulkan masalah. Aamin ya robbal aalamin,” jelas cucu Kiai Mahrus Ali itu.

Ketiga, kuttubu shohah (kitab yang shahih). Santri di pondok pesantren harus memiliki kitab yang shahih yang muktabar atau bisa dipercaya, kitab yang memiliki sanad sampai Rasululullah saw dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Guru-guru kalian jelas, kitab-kitabnya jelas, pondok kalian juga jelas. Kalian insyaallah akan menjadi orang yang jelas. Alhamdulillah jelas hidupnya, jelas nasibnya, jelas kedudukannya, jelas martabatnya. Aamin ya rabbal ‘alamin,” tutur Gus Reza.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply