Gus Dur dan Kiai Abbas Buntet, Sosok Pembelajar Ulet

 Gus Dur dan Kiai Abbas Buntet, Sosok Pembelajar Ulet

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Sosok Gus Dur dan Kiai Abbas Buntet (pengasuh Pondok Pesantren Buntet, Cirebon) merupakan dua sosok yang sama sama memiliki keuletan dalam belajar. Terdapat kisah unik terkait cerita keuletan dua sosok ini.

Mengenai hal itu, ulama sekaligus pejuang kemerdekaan RI, Prof. KH. Tubagus Achmad Chatib pernah menceritakan keuletan Gus Dur. Ia bercerita tentang bukunya yang pernah dipinjam Gus Dur dalam perjalanan ke luar negeri.

Dikisahkan, saat berpapasan dengannya, Gus Dur segera melihat buku bagus di tangan Prof. Ahmad Chatib. Gus Dur pun bergegas ke dalam toko buku hendak membeli buku yang sama. Tapi ternyata itu stok buku terakhir yang ada.

“Gus Dur kemudian cepat-cepat mengejar Prof. Ahmad Chatib dan meminta beliau untuk meminjamkan buku tersebut,” dilansir dari akun Twitter @SejarahUlama, Jum’at (25/03/2022).

Prof. Ahmad Chatib, yang menceritakan kisah ini di kelas mata kuliah Filsafat Hukum Islam tahun 1994 di IAIN Jakarta, berkata, “Terpaksa saya sodorkan buku itu kepada Gus Dur yang ingin sekali membaca buku tersebut.”

Selang beberapa lama setiap bertemu di Jakarta, Prof. Ahmad Chatib selalu menanyakan nasib bukunya yang dipinjam Gus Dur itu. Akhirnya Gus Dur mengembalikan buku itu.

Terkejut Membuka Bukunya

Prof. Ahmad Chatib terkejut setelah membukanya, “Wah buku saya sudah penuh dengan catatan Gus Dur di sana-sini”. Rupanya begitulah kesungguhan Gus Dur dalam menelaah sebuah kitab, sampai buku pinjaman pun dicoret-coreti.

Hal serupa juga pernah dikisahkan oleh KH. Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) mengenai Kiai Abbas dari Pesantren Buntet.

“Saat Abah saya hendak mengaji kepada Kiai Abbas dengan membawa kitab Jam’ul Jawami’, Kiai Abbas mengaku belum terlalu menguasai kitab itu, dan meminta Abah saya datang kembali membawa kitab tersebut beberapa hari ke depan,” tulis Gus Nadir di akun Facebook pribadinya.

“Rupanya Kiai Abbas menyimak dulu isi kitab ushul al-Fiqh karya Imam al-Subki tersebut, dan kemudian setelah itu Abah saya dipanggil kembali, dan Kiai Abbas dengan lancar mengajarkan isi kitab tersebut,” jelasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply