Gerakan Pro-Palestina di Afrika Upaya Gagalkan Pengaruh Israel

 Gerakan Pro-Palestina di Afrika Upaya Gagalkan Pengaruh Israel

Gerakan Pro-Palestina di Afrika Upaya Gagalkan Pengaruh Israel (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Johannesburg – Pengaruh Israel semakin berkembang di Uni Afrika. Hal itu membuat beberapa negara Afrika yang mendukung perjuangan Palestina meradang.

Bulan lalu, para aktivis dari seluruh Afrika bertemu di ibu kota Senegal, Dakar. Untuk memobilisasi dukungan bagi perjuangan pembebasan Palestina bertajuk “Dari Afrika ke Palestina, Bersatu Melawan Apartheid.”

Aktivis di konferensi tersebut menegaskan kembali posisi bersejarah Afrika di Palestina. Selain itu, Afrika dan Palestina memiliki visi dan misi perjuangan yang sama yaitu melawan pendudukan, kolonialisme dan apartheid.

Hubungan diplomatik Israel yang meningkat di benua Afrika dilihat oleh beberapa ahli sebagai sesuatu yang mungkin memengaruhi dukungan. Hal itu terhadap negara-negara di Afrika kepada Palestina selama beberapa dekade.

“Rezim apartheid Israel telah mencoba menyusup ke benua Afrika, tetapi gagal. Sebaliknya, ada peningkatan upaya solidaritas Palestina di seluruh penjuru benua,” kata Muhammad Desai, Direktur Afrika 4 Palestina yang berbasis di Afrika Selatan.

Dilansir dari Anadolu, Kamis (28/04/2022) Iqbal Jassat, eksekutif di lembaga think tank Media Review Network yang berbasis di Johannesburg. Ia mengatakan “Palestina di Afrika selalu menikmati status gerakan kebebasan terkemuka.”

Jassat mengatakan peran perjuangan yang membuat Palestina mendapat banyak empati dan dukungan diwujudkan dalam Gerakan Pembebasan Palestina (PLO).

“Kehadiran simbolis Yasser Arafat di acara-acara penting di seluruh ibu kota Afrika, terutama selama perjuangan anti-kolonial di benua itu. Membuatnya disayangi dan gerakan yang diwakilinya kepada rakyat,” katanya dalam sebuah wawancara.

Jassat mengatakan status Arafat sebagai raksasa yang memimpin perjuangan kemerdekaan Palestina disamai oleh ikon Afrika Selatan, Nelson Mandela.

“Sayangnya, era itu telah berlalu sejak PLO terjerat dalam manipulasi Amerika untuk memaksanya mengakui Israel,” tandasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply