Fathimah bint ‘Abd al-Shamad, Ahli Hadis Asal Palembang yang Mengajar di Mekkah

 Fathimah bint ‘Abd al-Shamad, Ahli Hadis Asal Palembang yang Mengajar di Mekkah

HIDAYATUNA.COM – Bumi Nusantara sejak zaman dahulu memiliki banyak sekali ulama dengan ilmu yang sangat dalam. Sebagian diantaranya bermukim di Mekkah. Jika orang mengenal ahli ilmu dari Indonesia itu adalah laki-laki saja, tetapi kenyataannya tidak. Ada juga perempuan yang masyhur dan terkenal dalam bidang hadis. Ia adalah Fathimah bint ‘Abd al-Shamad yang berasal dari Palembang.

Sebagaimana dikutip dari Republika tercatat dalam kitab al-‘iqd al-Farid fi jawahir al-asanid karya Syekh Yasin Isa Al-fadani. Syekh yasin Al-Fadani mendokumentasikan salah satu sanad hadis Shahih Al-Bukhari dari jalur ulama nusantara. Ia meriwayatkan hadis shahih Bukhari dari gurunya Syekh Abdul Karim bin Ahmad Khatib dari gurunya Syekh Ahmad khatib bin Abdul Latif Khatib dari gurunya Syekh Nawawi bin umar Al-Bantani dari gurunya Syaikhah Fatimah binti Abd shamad Al-Falimbani dari gurunya Syekh Abdul Shamad Al-Falimbani dari gurunya Syekh Aqib bin Hasanuddin Al-Falimbani dari gurunya (pamannya) Syekh Tayyib bin Ja’far Al-Falimbani dari gurunya Syekh Ja’far bin badruddin Al-Falimbani.

Setelah itu barulah sanad hadisnya bersambung dengan ulama-ulama Timur Tengah hingga sampai ke Imam al-Bukhari. Dalam makalah yang berjudul: “Peran Perempuan dalam Melestarikan Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Abad ke-4 sampai 14 H” ditulis oleh Shafiyya Idris Fallati dari Universitas Jordan. Makalah ini berisi hasil penemukan dari risetnya yang mengungkap bahwa ada tiga ulama hadis perempuan diabad ke-14 H/19 M. Pertama Syaikhah Ummatullah Al-dahlawi dari India, kedua Syaikhah Fatimah binti Abd Shamad berasal dari Palembang-Indonesia dan ketiga, Syaikhah Fatimah bin Ya’qub berasal dari Mekkah.

Fatimah Al-Falimbani sangat masyhur di tanah suci, tapi riwayat hidupnya masih misteri. Minimnya riset terhadap ulama-ulama Nusantara menadi salah satu faktor. Apalagi jika dilihat dari kultur bahwa keulamaan perempuan belum cukup mendapat tempat, meskipun usaha untuk mengangkat kisah keberadaan mereka tetap ada.

Direktur Islam Nusantara Center (INC) A Ginanjar Sya’ban, menyatakan bahwa hanya ada sedikit sekali ulama perempuan yang ahli dalam bidang hadis, salah satunya adalah menjadi guru ulama hebat Syekh Nawawi Al Bantani ketika belajar di Mekah yaitu Syekah Fathimah bint ‘Abd al-Shamad al-Falimbani.

Menurut penelusuran dan sumber sejarah diketahui dikalangan keturunan warga Palembang yang di Mekkah, memang ada nama Fatimah yang disebut-sebut sebagai orang yang punya tanah di kawasan Masjidil Haram. Sosok anak keturunan tersebut dicari-cari Pemerintah Arab Saudi terkait soal ganti rugi tanah tersebut yang kini menjadi area Masjidil Haram yang sudah dilebarkan. Kabarnya bidang tanah itu berada di pelataran masjid tersebut.

Ahli waris Fatimah itu akan mendapat ganti rugi yang sangat besar sebagaimana diktakan oleh Khudri, salah seorang warga Arab Saudi keturunan Palembang. Sayangnya setelah dicari-cari sosok Fatimah menjadi misteri karena disinyalir tidak punya keturunan.

Sosok Fatimah asal Palembang yang punya sebidang tanah di Masjidil Haram sampai kini masih misteri.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply