Fadilah Kiriman Fatihah Untuk Orang Lain

 Fadilah Kiriman Fatihah Untuk Orang Lain

Fadilah Kiriman Fatihah Untuk Orang Lain. Hal Ini Dapat Kalian Simak Dalam Penjelasan Artikel Di Bawah Ini Agar Mengerti

HIDAYATUNA.COM – Imam Bukhari meriwayatkan sebuah peristiwa yang diceritakan dan dialami oleh para sahabat Nabi SAW yaitu Abu Sa’id al-Khudri. Singkat cerita sekelompok sahabat nabi SAW berkunjung ke sebuah perkampungan dan menemukan pemuka kampung itu sedang terluka parah. Lalu salah seorang diantara para sahabat Nabi SAW membacakan surah al-Fatihah dan atas izin Allah SWT pemuka kampung tersebut diberikan kesembuhan.

Akhirnya para sahabat Nabi SAW tersebut diberi upah berupa tiga puluh ekor kambing dan disuguhi susu. Hal ini kemudian disampaikan kepada Rasulullah SAW dan beliau bersabda : “Dari mana dia mengetahui bahwa (surah Al-Fatihah) itu merupakan doa penyembuhan? (Ia memang demikian). Bagilah kambing-kambing itu dan beri aku sebagian.”

Ada sedemikian banyak keutamaan (fadhilah) surah Al-Fatihah, sampai-sampai dinyatakan dalam sebuah riwayat bahwa pahala membaca surah Al-Fatihah adalah “sebagaimana niat pembacanya”.

Seseorang yang membaca surah Al-Fatihah untuk orang yang meninggal biasanya mengajukan permohonan pengampunan dan ganjaran bagi orang yang didoakan.

Karenanya Al-Qur’an memerintahkan kita untuk mendoakan orang-orang yang telah meninggal dunia dan bahkan mengajarkan teks doa itu sebagaimana dalam surah Al-Hasyr ayat 10 :

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.

Al-Quran juga mengajarkan bagaimana mengakhiri sebuah doa dengan “Alhamdulillah Rabb al-‘alamin” (QS. Yunus [10]: 10).

دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ ۚ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Ayat ini dan semacamnya berikut hadits-hadits di atas dan semacamnya mengantarkan banyak ulama berdoa dan mengakhiri doanya dengan membaca alhamdulillah Rabb al-‘alamin secara sempurna, yakni dengan membaca surah Al-Fatihah.

Surah Al-Fatihah memang dibaca sebagai ibadah, akan tetapi berdoa untuk orang yang meninggal pun adalah ibadah. Begitu juga surah Al-Fatihah dibutuhkan oleh orang yang hidup. Wallahu ‘Alam

Prof. Dr. Quraish Shihab

Redaksi

Terkait

Leave a Reply