Ditinggal Didi Kempot, Gus Miftah: Atiku Ambyar Mas, Tapi Kudu Ikhlas

 Ditinggal Didi Kempot, Gus Miftah: Atiku Ambyar Mas, Tapi Kudu Ikhlas

HIDAYATUNA.COM – Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya musisi legendaris campursari Indonesia Didi Kempot melalui akun Instagram pribadinya @gusmiftah.

Dalam postingan yang diunggah pada Selasa, 5 Mei 2020 tersebut Gus Miftah menyampaikan rasa kehilangannya. Namun ia juga mengatakan bahwa dirinya harus mengikhlasakan kepergian sahabatnya tersebut.

“Atiku Ambyarrr mas… tapi aku kudu ikhlas… (Hatiku ambyar, tapi aku harus ikhlas) Selamat jalan sahabatku… Alfatihah,” tulis Gus Miftah, dikutip hidayatuna.com, Rabu (6/5/20).

Dionisius Prasetyo atau dikenal dengan nama Didi Kempot meninggal pada Selasa (5/5/20) pagi di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Jawa Tengah.

Kepergian pria yang mendapat julukan The Godfather of Broken Heart itu menyiratkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia, terutama para penggemarnya dan tidak terkecuali para pejabat, publik figur hingga para ulama.

Dalam unggahan yang juga memuat video kebersamaannya bersama Almarhum Didi Kempot, Gus Miftah juga mengungkapkan perihal keinginan Didi Kempot yang belum tercapai yaitu untuk datang mengaji ke pesantren.

“Mas, jenengan janji to mau ngaji ke pondok lagi,” tulis Gus Miftah dengan emoji menangis.

Menurut Gus Miftah sebelum karinya meroket hingga tahun 2017, Didi Kempot sering kali mengajak tim musiknya mengaji di pondok pesantren asuhan Gus Miftah. Didi kempot juga sempat minta didoakan untuk keberhasilannya.

Dalam keterangan lain, Gus Miftah juga mengungkapkan perihal masuknya seniman legendaris ke dalam agama Islam. Menurut Gus Miftah sudah sejak lama Didi Kempot menjadi mualaf .

“Dari 1997,” kata Gus Miftah. (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply