Dilanda Kelaparan dan Penyakit Akibat Perang, PBB Ingatkan Yaman

 Dilanda Kelaparan dan Penyakit Akibat Perang, PBB Ingatkan Yaman

HIDAYATUNA.COM – Dilansir dari Reuters pada Rabu (29/4/20), Perwakilan PBB di Yaman mengingatkan adanya kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 di Yaman, mengingat negara tersebut berada dalam kondusi sulit di tengah kelaparan dan penyakit akibat perang yang melanda negara tersebut.

Yaman menghadapi krisis kemanusiaan terbesar di dunia setelah perang selama lima tahun antara koalisi yang dipimpin Saudi dan kelompok Houthi. Saat ini sekitar 80 persen populasi Yaman atau sekitar 24 juta orang sedang bergantung pada bantuan yang diberikan oleh komunitas Internasional, sedangkan 10 juta orang lainnya telah menghadapi kelaparan dan serangan penyakit.

Karena kondisi itulah, Yaman sangat bergantung pada bantuan dana Internasional yang secara global terus menipis karena munculnya pandemi Covid-19.

Perwakilan PBB di Yaman mengungkap berdasarkan hasil tes laborlatorium didapati ada satu kasus Covid-19 terdeteksi di negara itu pada 10 April lalu dan telah dinyatakan negative setelah menjalani perawatan.

Kendati demikian pemerintah setempat mengaku tidak dapat melakukan pelacakan kontak terhadap pasien perdana tersebut. Pelacakan kontak merupakan salah satu langkah penting guna mendeteksi penyebaran Covid-19.

Mereka khawatir laboratorium yang tidak memadai untuk melakukan tes berpotensi membuat sistem kesehatan di negara itu kurang baik. PBB mengatakan hal tersebut berdampak pada meluasnya wabah di Yaman.

“Ini meningkatkan kemungkinan lonjakan kasus yang dapat dengan cepat melebihi kapasitas kesehatan,” kata perwakilan PBB di Yaman dalam sebuah pernyataan.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply