Dikunjungi Dubes Ukraina, Muhammadiyah Ingin Konflik Segera Berakhir

 Dikunjungi Dubes Ukraina, Muhammadiyah Ingin Konflik Segera Berakhir

Dikunjungi Dubes Ukraina, Muhammadiyah Ingin Konflik Segera Berakhir (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin.

Kunjungan itu dilakukan bersama dengan Sekretaris Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia Svitlana Bondarenko. Kunjungan berlangsung di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah Menteng Raya, Kamis (10/3).

Keduanya disambut oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dan Koordinator, Aid Wachid Ridwan.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni, dan Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto menghadiri secara daring.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa rakyat Ukraina. Ia mengatakan pemerintah Indonesia harus berperan aktif mengupayakan resolusi konflik sesuai dengan prinsip bebas dan aktif.

“Kami berempati dan bersimpati pada bangsa Ukraina yang saat ini mengalami musibah. Ada macam-macam yang mengatakan ini sebagai invasi, agresi, atau operasi militer. Tapi apapun yang terjadi dan dialami masyarakat Ukraina adalah tragedi kemanusiaan yang tidak boleh terjadi di dunia modern,” kata Haedar, dikutip Jumat (11/03).

Ia berharap peran PBB bertindak tegas agar tragedi serupa tidak terjadi di tempat lain.

“Tidak ada alasan untuk meneruskan agresi yang merupakan warisan masa lalu peradaban dekstuktif,” jelasnya.

“Terakhir saya yakin Tuhan tidak pernah merestui atau mengizinkan sekaligus akan murka jika bangsa-bangsa di dunia masih mengedepankan agresi dan tindakan yang mengedepankan kerusakan. Dunia ini terlalu sempit untuk kancah agresi dan neo-kolonialisme dalam bentuk apapun di mana Indonesia pernah merasakan betul penderitaannya,” tambah Haedar.

Sementara itu, Duta Besar Ukraina, Vasyl Hamianin berharap dukungan moril dari Muhammadiyah. Apalagi, konflik yang terjadi juga ikut mengancam eksistensi kaum muslimin Ukraina yang terdiri dari beragam suku dari Tatar, Turk, Azerbaijan, hingga Chechnya.

“Semoga dialog ini memperbaiki dan membawa kedamaian bagi tanah kami. Tidak ada seorang pun mampu melihat tragedi seperti ini,” pungkas Hamianin.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply