Delima, Simbol Tauhid Jawa Ritual Mitoni Bayi di Kandungan

 Delima, Simbol Tauhid Jawa Ritual Mitoni Bayi di Kandungan

Delima, Simbol Tauhid Jawa Ritual Mitoni Bayi di Kandungan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Budaya Jawa yang kita kenal saat ini merupakan rentang perjalanan yang sangat panjang dari Masyarakat Jawa yang telah membudaya ribuan tahun. Jawa sudah eksis sejak jaman pra sejarah.  Tentu proses ini menjadikan Jawa sebagai suatu etnis yang memilki kekhasannya sendiri.

Penulis adalah orang Jawa,  jadi akan membahas budaya Jawa saja.  Jika ada yang serupa atau semisalnya dari etnis yang berbeda silakan dituangkan dalam tulisan untuk menambah kekayaan pengetahuan wawasan Nusantara kita.

Mitoni adalah salah satu ritual yang dilakukan masyarakat Jawa untuk mendoakan calon bayi dalam kandungan yang berusia tujuh bulan.  Usia tujuh bulan di kandungan diperingati dengan doa dan harapan sebab,  bayi telah dinyatakan “sempurna”. Seandainya dilahirkan maka tidak ada masalah.

Kemungkinan harapan hidupnya juga sangat tinggi.  Karena itu hamil tujuh bulan dalam masyarakat Jawa juga dikenal sebagai “wetengan tuwo” atau hamil tua.

Dalam siklus inilah dibuatkan ritual yang merupakan doa dan harapan.  Ritual ini berisi pembagian 7 jenis buah.

Dan masing-masing buah memiliki simbolnya masing-masing. Buah dalam bahasa Jawa disebut pala. Maka diambillah buah tujuh macam, ada buah yang terpendam di tanah seperti ketela, ubi, dan kacang tanah. Ada pula yang berada di atas tanah yaitu waluh. Ada pula yang bergelantung di atas seperti pisang.

Buah-buah itu mengandung doa semoga kiranya sang bayi senantiasa sehat sejahtera tak kurang suatu apa pun.  Selalu diberikan rejeki yang melimpah ruah sepanjang hidupnya kelak.

***

Jika rejekinya masih terpendam di dalam tanah maka semoga bisa dimunculkan. Jika rejekinya masih tersebar di atas tanah maka semoga disa dikumpulkan.  Jika rejekinya masih menggantung di atas maka semoga bisa segera diturunkan.

Demikian pula dibuatkan rujak tujuh rupa buah.  Semua buah bisa masuk.  Biasanya dipilih ada yang berasa segar,  berasa asam dan berasa manis sehingga membuat rasa yang rame dan unik.

Buah yang khas dari tujuh buah yang dipilih ialah buah delima. Buah Delima merupakan sisipan dari Kanjeng Sunan Kalijaga.  Semoga kiranya sang bayi tetap menjaga ketauhidannya seumur hidup.

Buah delima dikeratabahasakan dari DALIMA. maksudnya DAL yang berjumlah LIMA.  Di dalam Alquran,  satu-satunya surat yang mempunyai huruf DAL berjumlah lima adalah surat Al Ikhlas yang merupakan surat yang berisi ajaran pokok ketauhidan umat Islam.

Buah dan Umbi berjumlah tujuh.  Juga buah untuk rujak berjumlah tujuh.  Dalam bahasa Jawa,  tujuh disebutkan sebagai PITU.

Merupakan simbol dari sebuah harapan mudah-mudahan sang bayi senantiasa mendapatkan pituduh (petunjuk yang benar), pitutur (nasihat yang baik),  dan pitulungan (pertolongan tepat waktu).

Hanya masyarakat dengan budaya yang sangat tinggi mampu membuat simbol-simbol demikian.  Bahkan pada makanan sekalipun tidak lepas dari nasehat,  doa dan harapan sepanjang hayat.

Shuniyya Ruhama

Pengajar Ponpes Tahfidzul Quran Al Istiqomah Weleri-Kendal

Terkait

Leave a Reply