Dampak Covid-19, Rwanda Alami Kemerosotan Drastis Jumlah Hewan Kurban

 Dampak Covid-19, Rwanda Alami Kemerosotan Drastis Jumlah Hewan Kurban

Dampak Covid-19, Rwanda Alami Kemrosotan Drastis Jumlah Hewan Kurban

HIDAYATUNA.COM – Muslim di seluruh dunia akan merayakan liburan tahun ini pada hari Jumat 31 Juli. Idul Adha juga menjadi hari besar yang dinantikan oleh umat Muslim di Rwanda sebuah negara yang berada di Afrika Timur.

Ketika umat Muslim bersiap-siap untuk merayakan Idul Adha minggu ini, pimpinan Ulama Islam di negara itu telah mengumumkan dan menghimbau kepada masyarakat bahwa perayaan Idul Adha tahun ini akan berbeda dari biasanya, karena akan dilangsungkan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan demi mencegah Covid-19.

Namun, selain diwajibkan untuk menaati jarak sosial, umat Muslim di Rwanda juga dikabarkan akan mengalami pengurangan besar-besaran jumlah hewan kurban tahun ini, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dilansir dari The New Times, Sheikh Suleiman Mbarushimana, Penasihat Mufti Rwanda mengatakan bahwa menurut data yang mereka miliki saat ini, hanya sekitar 1500 hewan yang dapat dikurbankan tahun ini.

Jumlah tersebut menurun jauh dari tahun-tahun sebelumnya dimana 3.000 hingga 5.000 hewan kurban disembelih oleh umat Muslim di negara tersebut.

Mbarushimana mengatakan hal ini disebabkan oleh efek pandemi pada keuangan komunitas Muslim.

“Covid-19 telah mempengaruhi ekonomi dan dengan demikian mengurangi kemampuan mereka yang akan membeli hewan untuk disembelih dalam jumlah besar. Negara-negara Arab biasa mengirimkan sejumlah dukungan keuangan kepada Muslim Rwanda untuk membeli hewan untuk Idul Adha, tetapi tahun ini, mereka tidak dapat mengirim banyak karena tantangan pandemi, “katanya, dikutip hidayatuna.com, Rabu (29/7/20).

Sementara untuk pelaksanaan shalat Idul Adha yang akan berlangsung pada hari Jumat, Mbarushimana menekankan perlunya umat Islam untuk memperhatikan jarak sosial, yang antara lain mereka harus menghindari pertemuan biasa untuk berbagi makanan di rumah atau tempat-tempat lainnya.

Mbarushimana juga mendesak umat Muslim pada hari Idul Adha untuk berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan agar situasi sulit sebagai dampak dari pandemi Covid-19 segera usai di Rwanda dan seluruh dunia.

“Karena nilai Idul Adha sebagai hari yang baik untuk mengingat pengorbanan Ibrahim, kita harus menggunakannya untuk doa meminta Tuhan untuk kemudahan situasi untuk Rwanda dan seluruh dunia,” katanya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply