Dampak Corona, Defisit Anggaran Ekonomi Palestina Tembus Rp22 Triliun

 Dampak Corona, Defisit Anggaran Ekonomi Palestina Tembus Rp22 Triliun


HIDAYATUNA.COM, Ramallah – Wabah virus corona yang menjangkiti seluruh negara. Hal ini berdampak terhadap imunitas ekonomi negara-negara dunia, termasuk Palestina.

Di lansir dari WAFA, Selasa, 14 April 2020, negara Palestina mengalami defisit anggaran mencapai 1,4 miliar USD atau setara Rp22 triliun. Hal ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh.

Menurutnya, situasi ini dipicu adanya wabah virus corona yang turut merontokkan ekonomi negerinya. Sekalipun demikian Shtayyeh mengaku optimis, bahwa ekonomi Palestina akan dapat pulih dalam jangka waktu maksimum 12 bulan mendatang.

“Ekonomi akan menderita stagnasi dan resesi, dan perlu pemulihan kemungkinan dalam 12 bulan,” kata Shtayyeh.

Hal itu disampaikan Shtayyeh saat dirnya berbicara pada konferensi pers di Kantor Perdana Menteri di Ramallah. Menurut dia, situasi ini merupakan penurunan ekonomi Palestina terbesar dalam sejarah Palestina.

“Kami sudah mulai bekerja di bawah anggaran darurat penghematan. Kami juga terus berusaha menutupi beberapa defisit anggaran dengan menggunakan berbagai cara, seperti mengurangi pengeluaran, mengajukan pinjaman bank dan meminta bantuan dari negara-negara donor,” ungkapnya dikutip dari Mina News.

“Kami juga telah mendekati pihak Israel dengan permintaan untuk menyelesaikan penerimaan pajak atas nama Palestina yang dipotongnya,” tambahnya.

Mengenai masalah corona, dirinya yakin kondisi kesehatan semua pasien Covid-19 di wilayah Palestina, yang kondisinya antara ringan hingga sedang, tanpa perlu menghubungkan ke ventilator.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply