Dalil Kesunahan Shalat Idul Fitri di Rumah saat Pandemi

 Dalil Kesunahan Shalat Idul Fitri di Rumah saat Pandemi

HIDAYATUNA.COM – Shalat Idul Fitri adalah salah satu shalat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan dianjurkan dilaksanakan di masjid. Hal ini disebutkan dalam Syarh Bahjah :

شرح البهجة الوردية – ويُسَنُّ فِعْلِهَا فِي المَسْجِدِ لِشَرَفِهِ إِلَّا إِذَا ضَاقَ فَالسُنَّةٌ فِعْلُهَا فِي الصَّحْرَاءِ ، وَيُكْرَهُ فِعْلُهَا فِي المَسْجِدِ حِيْنَئِذٍ

“Disunahkan mendirikan shalat ied dalam rangka memuliakan Masjid, kecuali Masjid tersebut tidak muat maka disunnahkan menjalankannya dilapangan. dan makruh melakukan shalat idul fitri di masjid apabila masjid tidak muat.” (Syarh Bahjah)

Namun tahun ini pemerintah melalui MUI menghimbau masyarakat di zona merah Covid-19 untuk melaksanaan shalat Idul Fitri di rumah. Shalat boleh dilakukan di rumah secara berjamaah atau sendiri demi mencegah penyebaran Covid-19.

Lantas apa dalil kebolehan shalat Idul Fitri di Rumah ? berikut uraian singkat dari kami :

Penjelasan

Shalat Idul Fitri adalah shalat sunah muakkad (shalat sunah yang sangat dianjurkan) dan dapat dilakukan sendiri maupun berjamaah. Hal ini sebagaimana pendapat Syekh Zakaria al-Anshori dalam Fathul Wahab :

صَلَاةُ ��لْعِيْدَيْنِ سُنَّةٌ وَلَوْ لِمُنْفَرِدٍ وَمُسَافِرٍ

“Salat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) disunahkan meskipun bagi orang yang salat sendirian dan musafir.” (Fathul Wahhab, Juz 1)

Shalat Idul Fitri juga boleh dilakukan walaupun hanya beberapa orang, misalnya bersama anggota keluarga di rumah atau dengan tetangga sekitar. (minimal 4 orang sesuai ketentuan MUI)

Hal ini bahkan dianjurkan ketika terdapat halangan tertentu yang tidak memungkinkan untuk shalat ied di masjid, dalam hal ini adalah virus Covid-19.

Dalam Kaidah Fikih bahkan jelas ditekankan bahwa mencegah keburukan lebih diutamakan dari pada melakukan suatu kebaikan.

 لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

“Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain”

دَرْءُ الْمَفَاسِدِ أَوْلَى مِنْ جَلْبِ الْمَصَلِحِ

“Menghilangkan kemadharatan lebih didahulukan daripada mengambil sebuah kemaslahatan.”

Imam an-Nawawi dalam karyanya Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab bahkan telah mencontohkan terkait kondisi seperti ini :

وَالسُّنَّةُ أَنْ يُصَلِّيَ صَلَاةَ الْعِيْدِ فِي الْمُصَلَّي إِذَا كَانَ مَسْجِدُ الْبَلَدِ ضَيِّقًا

“Dan sunah mendirikan salat Ied di mushola (rumah) apabila masjid di sebuah desa sempit.” (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab)

Terkait dengan tata cara shalat Idul Fitri di rumah adalah sama seperti pada umumnya, namun tidak di sunahkan untuk berkhutbah, jika tidak dilakukan secara berjamaah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Hasiyah Al-Bajuri :

(وَلِمُنْفَرِدٍ) فَلَا تُشْتَرَطُ لَهَا الْجَمَاعَةُ كَمَا هُوَ ظَاهِرٌ وَلَا تُسَنُّ الٰخُطْبَةُ لِلْمُنْفَرِدِ

“Dan bagi yang salat Ied sendiri maka tidak diharuskan berjamaah, hal ini sudah jelas. Dan juga tidak disunahkan khutbah bagi yang salat sendirian.” (Hasiyah Al-Bajuri)

Namun jika dilakukan secara berjamaah dan diantara mereka ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka di sunahkan berkhutbah.

Contoh lengkap teks khutbah Idul Fitri di Rumah Klik Disini

Redaksi

Terkait

Leave a Reply