Dalam Penguncian Karena Covid-19, Muslim Michigan Ikuti Kontes Lampu Ramadan

 Dalam Penguncian Karena Covid-19, Muslim Michigan Ikuti Kontes Lampu Ramadan

HIDAYATUNA.COM – Menjalani Ramadan dalam masa penguncian akibat Covid-19, membuat masyarakat Muslim hampir di seluruh dunia harus menahan diri dari kebiasaan berkumpul bersama keluarga besar dan merayakan Ramadan dengan berbagai kemeriahan. Hal itu pula yang dirasakan oleg masyarakat Muslim di Kota Detroit, serta kota-kota lain di Negara Bagian Michigan, Amerika Serikat.

Mereka harus menjauh dari kebiasaan Ramadan tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, di mana masyarakat secara terkoordinir melaksanakan sebuah kegiatan bernama Ramadhan Suhoor Festival. Perayaan tengah malam yang melibatkan ribuan orang yang secara kolektif terlibat dalam acara makan sahur dan doa bersama yang hidmat.

Tidak ingin kehilangan momentum Ramadan dan kebersamaan itu, dengan tetap menjalani social distancing Hassan Chami bersama beberapa rekannya bekerja sama untuk mengadakan Kontes Lampu Ramadan perdana di kota tersebut.

Dalam kontes ini, peserta hanya perlu mendekorasi rumah mereka dengan lampu atau lentera juga pernak pernik Ramadan dan membuat rumah komunitas Muslim di daerah itu begitu mencolok selama kurang lebih sepuluh malam terakhir bulan Suci Ramadan.

Dilansir dari Chicago Tribune sejumlah rumah di Dearborn, Dearborn Heights dan kota-kota di Michigan lainnya memperlihatkan dekorasi cantik dan meriahnya berupa bulan-bulan sabit yang terang, lentera, dan papan besar di halaman mereka yang bertuliskan “Ramadhan Mubarak” dan “Ramadhan Kareem.”

“Tujuan jangka pendeknya adalah untuk mengangkat semangat semua orang selama masa sulit ini. Tapi ada tujuan jangka panjang, dan tujuan jangka panjang adalah untuk menciptakan semangat Ramadhan yang meriah ini, “kata Chami, dikutip hidayatuna.com, Kamis (14/5/20).

Dalam kontes tersebut warga diundang untuk mendaftarkan rumah mereka sendiri atau tetangga mereka dengan membagikan alamat dan foto hasil karya mereka. Panitia kemudian akan melakukan seleksi dan memilih sebanyak 10 rumah terbaik dari hasil foto yang diterima. Para juri kemudian akan mengunjungi dan mengevaluasi rumah secara langsung. Mereka akan memilih dekorasi lampu Ramadan paling kreatif dan menarik dari setiap distrik dan memberikan mereka sertifikat.

“Ini seperti sesuatu yang telah mengudara, beredar – gagasan bahwa harus ada semacam perayaan tentang berapa banyak orang yang mendekorasi rumah mereka dan seberapa besar tradisi ini telah terjadi di Dearborn dan semacam memperingati ini dalam beberapa cara, mengenalinya, “kata salah satu panitia lainnya Sally Howel dari komunitas Halal Metropolis yang juga merupakan Dewan Pengarah Pusat Studi Amerika Arab di Universitas Michigan-Dearborn.

Banyaknya antusias masyarakat Muslim Michigan untuk kontes tersebut membuat rumah-rumah mereka terlihat lebih benderang dan menghias pemandangan kota. (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply