China Kritik Swedia atas Insiden Pembakaran Alquran

 China Kritik Swedia atas Insiden Pembakaran Alquran

Toleransi ‘kebebasan berbicara’ diuji setelah kampanye pembakaran Alquran di Swedia (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – China mengkritik keras Swedia setelah aksi pembakaran salinan kitab suci umat Islam, Alquran. Insiden pembakaran salinan kitab suci Islam ini telah memicu kecaman luas di seluruh dunia Muslim.

Hal itu disampaikan oleh Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China. Menurutnya, kebebasan berbicara tidak bisa menjadi alasan untuk menghasut diskriminasi rasial atau budaya dan memecah masyarakat.

“Kami berharap Swedia dapat dengan sungguh-sungguh menghormati keyakinan agama kelompok minoritas. Trmasuk Muslim,” kata Wang, menurut harian China, dilansir dari Global Times, Jumat (22/04/2022).

Pekan lalu, Rasmus Paludan, pemimpin kelompok sayap kanan Stram Kurs (Garis Keras), membakar salinan kitab suci umat Islam di kota Linkoping selatan Swedia. Dia juga mengancam akan membakar salinan Alquran di demonstrasi mendatang.

Turki, Arab Saudi dan sejumlah negara dan organisasi Arab dan Muslim telah mengutuk pembakaran Alquran. Mereka menyebut tindakan itu sebagai provokasi dan hasutan terhadap Muslim.

Organisasi Kerjasama Islam termasuk di antara mereka yang mengecam keras insiden tersebut.

Ketua OKI, Hissein Brahim Taha, mengecam “tindakan provokatif pembakaran salinan Alquran. Selama demonstrasi anti-Muslim, yang telah terjadi di Linkoping, Norrkoping dan kota-kota lain di Swedia.”

Selain itu, dalam sebuah pernyataan tertulis, Organisasi Pan-Muslim mengecam pembakaran salinan Alquran. “Pembakaran itu menimbulkan kekhawatiran Muslim tentang “tren Islamofobia yang mengkhawatirkan yang diabadikan oleh para pendukung ekstrem kanan.”

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply