Cerita Gus Baha saat Imam Syafii Mengkritik Para Ahli Fikih

 Cerita Gus Baha saat Imam Syafii Mengkritik Para Ahli Fikih

Cerita Gus Baha saat Imam Syafii Mengkritik Para Ahli Fikih

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Sebagai imamul madzhab Imam Syafi’i beberapa kali melontarkan kritik pedas. Tidak hanya kepada tasawuf tetapi juga kepada para ahli fikih. Inilah yang pernah di ceritakan Gus baha.

Ada satu pernyataan keras dari Imam Syafii yang menyebut bahwa orang-orang fikih itu hatinya keras dan tidak merasakan ketakwaan. Hal ini disampaikan ulama muda alim asal Rembang, Jawa Tengah, KH Baha’udin Nur Salim (Gus Baha) saat ngaji kitab Nashaihul Ibad, Makalah 18 (Bab-II).

“Beliau (Imam Syafi’i) kalau mengejek ahli fikih lain itu dengan (menyebut) wahadza qoosin lam yadzuq qolbuhu tuqaa,” kata Gus Baha dalam sesi ngajinya yang diunggah akun Youtube Santri Gayeng dikutip Hidayatuna.com, Jumat (14/8/2020).

Yang artinya adalah “Ahli fikih adalah orang yang hatinya keras dan tidak akan merasakan ketakwaan,” ujar Gus Baha menukil pernyataan Imam Syafi’i.

Gus Baha Mencontohkan

Gus Baha kemudian memberikan satu contoh yang digunakan Imam Syafi’i dalam kasus tersebut. “Contoh paling gampang begini, yang dinamakan jual beli halal itu menurut fikih harus ada ijab kabulnya. Ijab itu yang penting ketika penjual berkata, ‘Aku menjual ini padamu,’ dan kamu jawab, ‘Saya terima’,” ujar Gus Baha.

Atau kasus lain kalau di dalam nikah, ketika seorang wali mengatakan, ‘Saya nikahkan,’ dan seseorang jawab, ‘Saya terima nikahnya.’

“Secara fikih itu halal. Karena sudah ada ijab kabul, maka menjadi halal. Dan tidak ada problem dzaty (internal). Problem dzaty (internal) itu perempuan tadi bukan mahram dan bukan saudara sepersusuan,” ungkapnya.

Tapi menurut Imam Syafi’i dalam kasus ini ada kemungkinan haram. “Sebetulnya ada sisa fikih yang tidak didiskusikan (ahli fikih). Yaitu salah sangka.”

“Dia menyangka bahwa kamu punya prospek, ternyata tidak sama sekali. Itu juga bisa jadi haram. Sebab, walinya setuju itu karena ‘tertipu’. Jadi tebar pesona dan penampilan juga bisa membuat haram,” ujar Gus Baha.

Sebab Nabi Muhammad pernah menikahkan seseorang yang dikira masih muda, tapi ternyata dia sudah tua. Maka kemudian nikahnya dibatalkan.

“Jadi, salah sangka itu bisa membuat batal. Makanya jika kamu hendak menikah dan ingin benar-benar halal yakinkan istri Anda bahwa Anda orang paling tidak prospek di dunia,” jelas Gus Baha disambut tawa jamaah ngaji.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply