Bolehkah Menjual Daging Pemberian Kurban ?

 Bolehkah Menjual Daging Pemberian Kurban ?

Bolehkan Menjual Daging Pemberian Kurban

HIDAYATUNA.COM – Dalam Literatur-literatur Islam kita telah mengetahui bahwa menjual daging pemberian kurban adalah hal yang dilarang, namun kiranya perlu juga dicarikan solusi bagi mereka yang terpaksa harus menjual daging tersebut.

Terutama bagi orang orang yang tidak suka dengan daging kambing atau sapi, seperti vegetarian. Atau mereka yang tidak mampu dan lebih membutuhkan beras dari pada daging.

Lantas adakah pendapat ulama yang memperbolehkan menjual daging pemberian kurban ?

Ada beberapa ulama yang memperbolehkan menjual daging pemberian kurban, diantaranya adalah Imam Ar-Ramli dan Sayyid Abdurrahman bin Muhammad al-hadramy.

Mereka berpendapat bahwa boleh menjual daging pemberian kurban, dengan syarat dia adalah faqir dan miskin. Sedangkan jika penerimanya adalah orang kaya maka tidak diperbolehkan untuk menjualnya.

Hal ini dijelaskan imam Ar-Ramli dalam karyanya yaitu Nihayatul Muhtaj :

نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج : وَلِلْفَقِيْرِ التَّصَرُّفُ فِي المَأْخُوْذِ بِبَيْعٍ وَغَيْرِهِ : أَيْ لِمُسْلِمٍ گَمَا عُلِمَ مِمَّا مَرَّ

Artinya : “Bagi orang faqir boleh mentashorufkankan sesuatu yang diperolehnya dengan menjual atau yang lainnya kepada orang muslim . Sebagaimana keterangan yang telah diketahui didepan”

Penjelasan dari Bughyatul Mustarsyidin

Sayyid Abdurrahman bin Muhammad al-hadramy dalam karyanya yaitu Bughyatul Mustarsyidin menjelaskan terkait hal ini :

‏ بغية المسترشدين – وَلِلْفَقِيْرِ التَّصَرُّفُ فِي الْمَأْخُوْذِ وَلَوْ بِنًحْوِ بَيْعٍ المُسْلِمِ لِمِلْكِهِ مَا يُعْطَاهُ ، بِخِلَافِ ا��غَنِيِّ فَلَيْسَ لَهُ نَحْوُ البَيْعِ بَلْ لَهُ التَّصَرُّفُ فِي المُهْدَي لَهُ بِنَحْوِ أَكْلٍ وَتَصَدُّقٍ وَضِيَاقَةٍ وَلَوْ لِغَنِيٍّ

Artinya : Diperbolehkan bagi orang faqir mentashorufkan sesuatu yang diperoleh nya (dari kurban), meskipun dengan cara menjual kepada orang islam lainnya, karena ia berhak memiliki sesuatu yang telah diberikan kepadanya. Berbeda dengan orang kaya, mereka tidak boleh menjualnya, akan tetapi ia hanya diperkenankan mentashorufkan sesuatu yang diberikan untuk sesamanya agar dimakan, disedekahkan dan dibuat makan jamuan tamu meski tamu itu adalah orang kaya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply