Fakta Dibalik Kisah Ribuan Jin Membangun Masjid Tiban

 Fakta Dibalik Kisah Ribuan Jin Membangun Masjid Tiban

HIDAYATUNA.COM – Masjid JIN di Malang atau Masjid Tiban punya cerita sejarah yang unik. Masjid yang megah ini ternyata dibuat tanpa arahan arsitek. Ini 7 fakta tentang masjid Tiban Malang yang perlu kamu tahu.

Konon menurut isu yang beredar di masyarakat, bangunan ini dibangun dalam satu malam dengan bantuan ribuan makhluk jin. Anggapan ini yang sampai saat ini diyakini oleh sebagian masyarakat karena disangka dibangun dalam waktu satu malam. Apa benar cerita tersebut? Berikut 7 fakta tentang Masjid Tiban atau Masjid Jin di Malang, Jawa Timur:

  1. Dibangun oleh Para Santri

Diisukan bangunan ini dibangun oleh jin dalam semalam, tapi kabar ini ternyata hanya isapan jempol. Menurut pengakuan warga sekitar, jin yang dimaksud adalah para santri dari pondok pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah yang lokasinya berada satu kawasan dengan Masjid Tiban Turen.

2. Memiliki Bangunan yang Sangat Megah

Tak ada warga sekitar yang mengetahui kapan masjid megah ini dibangun. Menara tinggi yang ada di tengah-tengah pemukiman dengan perpaduan ornamen khas Turki, India, Russia hingga Mesir membuat konsep bangunannya campur aduk namun bernilai seni tinggi.

3. Rintisan Pembangunan Sejak Tahun 1978

Sebenarnya bangunan tersebut bukanlah bangunan yang didirikan dalam waktu yang cepat, melainkan melalui proses panjang. Setidaknya itulah yang ingin disampaikan oleh Iphoeng HD Purwanto, salah seorang santri ponpes tersebut.

Sebab, bangunan 10 lantai tersebut nyatanya dibangun sejak tahun 1978 silam.  Suasana di dalam Pondok Pesantren bernama Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah, di Turen, Kabupaten Malang yang menjulang tinggi.

“Kalau rintisannya tahun 1963, tapi mulai membangun itu mulai tahun 1978 karena juga sudah ada santri yang mulai menetap,” kata Iphoeng

Itu artinya kata Iphoeng bangunan masjid ini dibangun oleh manusia. Ia juga ingin meluruskan terkait isu yang beredar di masyarakat ihwal masjid yang dibangun oleh pasukan jin maupun dibangun dalam waktu satu malam.

4. Arsitektur Berdasarkan Istikharah

Ya, bangunan utama seluas dua hektare dan tinggi 10 lantai tersebut ternyata tidak dibangun oleh seorang arsitek, melainkan dibangun melalui petunjuk dari Sang Pencipta melalui mata batin sang pendiri pondok, yakni Romo Kyai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam atau dikenal Romo Kyai Ahmad.

Betul, jadi bangunan ini berdasarkan istikhoroh, jadi istikhoroh ini merupakan olah rasa dalam hati yang berdasarkan pada Alquran dan Al-Sunnah,” ujar Iphoeng. 

Menurutnya istikhoroh ini tidak selalu melalui salat istikhiroh pada umumnya, namun berupa perenungan, berkonsentrasi yang bertujuan untuk menemukan jawaban yang terbaik. 

“Jadi mulai ukuran ruangan, ornamen, dan warna itu semuanya berdasarkan petunjuk. Jadi sebenarnya tidak tahu bangunan ini bentuknya nanti jadi seperti apa. Karena petunjuknya ini hanya dibangun angkar di sini, membangun ini di sini. Mungkin nanti warna menyamakan dengan bangunan sebelahnya,” beber pria asal Yogyakarta


5. Fasilitas Lengkap

Meski masjid ini tidak dipromosikan sebagai tempat wisata, namun tempat ini bisa jadi cocok untuk jadi kawasan wisata yang menarik. Sebab, fasilitas yang ditawarkan juga sangat lengkap. Mulai lahan parkir yang luas, toilet yang begitu banyak, kantin, hingga pusat perbelanjaan atau oleh-oleh yang terletak di dalam bangunan maupun di sekitar bangunan Masjid Tiban ini. 

Adapun rincian dari masing-msing lantai adalah lantai 1 yang merupakan tempat istirahat dan musala; lantai 2 berisi loket, ruang istirahat, ruang makan, dan dapur; lantai 3 berisi musala, akuarium, dan kebun binatang mini; lantai 4 merupakan lantai untuk keluarga pengasuh pondok; lantai 5 terdapat musala; lantai 6 merupakan ruangan istirahat untuk santri; lantai 7 dan 8 berisi toko dan kios-kios milik pondok yang dikelola oleh para santri; lantai 9 merupakan bangunan yang didesain sebagai lereng gunung; sedang lantai 10 adalah gua dan juga puncak gunung.


6. Wisata Religi Favorit di Jawa Timur

Masjid yang berfungsi sebagai pesantren ini juga sering dikunjungi para wisatawan. Karena sejarah masjid Tiban Malang yang unik, membuat banyak orang penasaran untuk datang ke sini.

7. Lebih 10.000 Pengunjung Datang pada Hari Raya Idul Fitri

Jumlah pengunjung atau wisatawan di Masjid Tiban juga meningkat saat hari Raya. “Kalau harian mungkin 2.000-an, tapi waktu lebaran ini mungkin bisa sampai 10.000 per harinya,” imbuh Iphoeng yang juga santri di Ponpes tersebut.

Selain libur Lebaran, biasanya jumlah pengunjung meningkat saat hari Minggu atau liburan tiba. “Jika hari Minggu, jumlahnya pernah mencapai 14.000 pengunjung dalam satu hari,” katanya. 

Meski sekarang sudah mulai memasuki hari kerja, namun dirinya yakin minat pengunjung masih tetap tinggi dalam waktu sepekan ke depan. “Kalau Lebaran, ramainya biasanya sampai 14 hari,” katanya

Redaksi

Terkait

Leave a Reply