Beberapa Nikmat Allah di Bulan Ramadhan

 Beberapa Nikmat Allah di Bulan Ramadhan

Berikut ini adalah beberapa nikmat Allah di bulan Ramadhan yang penting untuk diketahui semua umat muslim yang sedang menjalankan puasa.

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَفَضَّلَهُ ع��لَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ بِالْإِنْعَامِ وَالتَّكْرِيْمِ، فَإِنِ اسْتَقَامَ عَلى طَاعَةِ اللهِ اسْتَمَرَّ لَهُ هذَا التَّفْضِيْلُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَإِلاَّ رُدَّ فِي الْهَوَانِ وَالْعَذَابِ الْأَلِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَهُوَ الْخَلاَّقُ الْعَلِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَهِدَ لَهُ رَبُّهُ بِقَوْلِهِ: {وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيْمِ} صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ سَارُوْا عَلَى النَّهْجِ القَوِيْمِ وَالصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا، أَمَّ بَعْدُ

فَيَاعِبَادَ اللهِ: اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Ma’asyirol muslimin, rohimakumulluh

Bertakwalah kepada Allah dan bersyukurlah kepada-Nya atas berbagai curahan nikmat yang dikaruniakan-Nya kepada kita, terutama di bulan yang mulia ini, bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadhan inilah Alquran diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam, penerang bagi orang-orang yang membutuhkan cahaya, petunjuk bagi orang-orang bertakwa, dan pelajaran bagi siapa yang mau mengambilnya sebagai pelajaran, Alquran adalah kitab yang ayat-ayatnya disusun secara rapi, kemudian dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari Sisi Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Tidak datang kepada Alquran kebatilan dari depan maupun belakangnya, diturunkan dari Robb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Di dalam Alquran  terdapat berita tentang orang-orang sebelum kita, kabar tentang apa yang terjadi sesudah kita, dan keputusan hukum untuk perselisihan di antara kita. Barangsiapa berpegang teguh dengannya, niscaya selamat, barangsiapa yang mencari petunjuk darinya, niscaya mendapat petunjuk, dan barangsiapa  berpaling darinya, niscaya terjerumus dalam kebinasaan dan kehinaan. Sungguh malang orang yang berpaling dan binasa!

Pada bulan Ramadhan ini, pernah terjadi Perang Badar Kubro. Pada perang tersebut Allah telah memberikan pertolongan kepada pasukan beriman dan tentara Ar-Rohmân, dan mengalahkan tentara-tentara setan serta pembela-pembela kesyirikan dan kesewenang-wenangan. Saat itu, ketika Rosululloh mendengar keberangkatan Abû Sufyân dengan kafilah dagang Quroisy dari Syam, beliau memberangkatkan para sahabat untuk menghadang kafilah dagang tersebut. Mereka pun berangkat dalam pasukan yang berjumlah tiga ratus lebih beberapa belas personil saja. Mereka tidak memiliki tujuan selain menghadang kafilah dagang tersebut. Mereka tidak ingin menyerang musuh. Tetapi, dengan kebijaksanaan-Nya, Allah mempertemukan mereka dengan pasukan musuh, tanpa ada rencana sebelumnya, agar Allah menetapkan keputusan-Nya dan kehendak-Nya. Sesunggııhınya, ketika Abû Sufyân mengetahui keberangkatan Nabi , maka ia mengutus seorang kurir ke Makkah ııntıık meminta bantuıan penduduık Makkah agar mereka melinduıngi kafilah dagang mereka. Mereka pun berangkat dari negeri Makkah dengan perasaan angkuh dan riya’ serta berniat menghalangi manusia dari jalan Allah. Salah seorang dari mereka berkata, “Demi Allah, kita tidak akan kembali sehingga kita tiba di Badar, bermukim tiga hari di sana, menyembelih ternak, makan-makan, dan minum-minum dengan arak. Orang-orang Arab akan mendengar berita kita itu, sehingga mereka akan tetap segan kepada kita selama-lamanya.” Seperti itulah omongan mereka. Akan tetapi, Allah Mahatahu tentang apa yang mereka lakukan, dan terhadap Rosul-Nya, dan para pendukung beliau, Dia Maha Melindungi. Maka Allah mewahyukan kepada para malaikat-Nya,

اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ سَاُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوْا فَوْقَ الْاَعْنَاقِ وَاضْرِبُوْا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍۗ . ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ شَاۤقُّوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۚ وَمَنْ يُّشَاقِقِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya. (Al-Anfal [8] : 12-13)

Ma’asyirol muslimin, rohimakumulluh

Allah menakdirkan sebab-sebab datangnya pertolongan yang dengan itu Rosul-Nya dan para sahabat beliau mengalahkan musuh-musuhnya. Mereka berhasil membunuh tokoh-tokoh musyrikin, dan sebagian lagi berhasil ditawan. Tentara Quroisy pun pulang dalam keadaan kalah dan gagal mewujudkan impiannya. Maka, segala puji hanyalah bagi Allah, Robb langit dan bumi, Robb seluruh alam.

Pada bulan Ramadhan ini pula, Allah menakdirkan penaklukan kota Mekah, negeri yang aman, melalui tangan kholil dan nabi-Nya, Muhammad, pemuka para nabi; dan membersihkannya dari berhala dan orang-orang musyrik. Itulah penaklukan yang menjadikan seluruh penduduk langit bergembira, akar kemuliaannya terpancang di seluruh penjuru angkasa, menyebabkan manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong, dan bumi pun bersinar cemerlang. Nabi pada saat itu berangkat bersama pasukan yang terdiri dari dua belas ribu sahabatnya, pada tanggal sepuluh Ramadhan, pada tahun kedelapan hijriyah, hendak menyerang suku Quraisy, setelah mereka melanggar perjanjian Hudaibiyah. Beliau memasuki kota Mekah dalam keadaan menang, salah satu sayap pasukannya dipimpin oleh pengikut setia beliau Zubair bin ‘Awwam, sedangkan satu sayap lagi dipimpin oleh Khalid bin Walid. Rasululloh memasuki kota Mekah dengan tunduk kepada Robbnya, menundukkan kepala sebagai pertanda sikap tawadhuk dan ta’zhim kepada Allah Robb semesta alam. Beliau menancapkan bendera di Hajun. Kemudian beliau beranjak dengan diikuti oleh para sahabat Muhajirin dan Anshor yang berada di depan, belakang, kanan, dan kiri beliau. Beliau berthowaf di Baitulloh, sedangkan di atas Baitulloh dan sekelilingnya terdapat tiga ratus enam puluh berhala. Nabi pun menusuk berhala-berhala itu dengan busur di tangan beliau seraya berkata, “Kebenaran telah datang, kebatilan telah lenyap, sesungguhnya kebatilan itu Pasti lenyap. “

Usai menyempurnakan thowaf, beliau masuk ke dalam Ka’bah. Di sana beliau mendapati gambar-gambar, maka beliau memerintahkan supaya gambar-gambar itu dihapus. Kemudian beliau memegang Pintu Ka’ bah, sedangkan orang-orang Quroisy berada di bawah beliau menantikan apa yang akan beliau lakukan. Beliau lantas bersabda, “Tidak ada ilah yang haq selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dia telah menepati janjiNya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan seluruh golongan, sendiri saja.” Kemudian beliau bersabda, “Wahai orang-orang Quroisy, menurut kalian, apa yang akan kulakukan terhadap kalian?” Mereka menjawab, “Kebaikan, wahai saudara mulia, putra dari saudara mulia pula!” Beliau bersabda, “Aku katakan kepada kalian sebagainnna ucapan Yang pernah dikatakan oleh Yusuf kepada saudara-saudaranya, ‘Tidak ada dendam lagi terhadap kalian hari ini! Pergilah kalian, kalian semua bebas merdeka! “‘

Pada bulan yang diberkahi ini, Allah menurunkan nikmat kepada para hambaNya berupa kewajiban berpuasa. Allah menjadikan kewajiban ini sebagai salah satu rukun Islam serta menjadikan pahala orang yang berpuasa pada bulan ini dengan landasan iman dan berharap pahala dari Allah, dosa-dosa mereka yang telah lalu akan diampuni.

Pada bulan yang diberkati ini, Allah telah menurunkan nikmat kepada para hamba-Nya berupa disyariatkannya qiyam (sholat tarowih). Maka barangsiapa yang mengerjakannya dengan dilandasi iman dan mengharap ridho Allah, niscaya akan diampuni semua dosa yang telah ia lakukan. Dan barangsiapa yang mengerjakannya bersama imam (dengan berjamaah) sampai selesai, maka akan dicatat baginya seperti sholat semalam suntuk.

Pada bulan yang diberkati ini, Allah juga telah menurunkan nikmat kepada umat ini dengan adanya lailatul qodar (malam kemuliaan) yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa yang mengisi malam itu dengan qiyam dengan dilandasi iman dan mengharap ridho Allah, maka Allah akan mengampuni semua dosa yang telah ia lakukan.

Berkah bulan Ramadhan ini banyak sekali. Karena itu, panjatkan puji kepada Alloh lantaran berbagai nikmat yang telah dikaruniakan-Nya pada bulan ini. Jangan menyia-nyiakan kesempatan sedikit pun di siang maupun malam hari selama bulan Ramadhan. Andaikata kita mengetahui keutamaan yang ada di dalamnya, niscaya kita berharap agar bulan ini berlangsung satu tahun penuh.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Baca Juga: Wirid dan Doa agar Mudah Menghafal

Redaksi

Terkait

Leave a Reply