Bangsa Yaman Akhiri Dominasi Musuh Setelah Pulihkan Kemerdekaan Sejati

 Bangsa Yaman Akhiri Dominasi Musuh Setelah Pulihkan Kemerdekaan Sejati

Bangsa Yaman Akhiri Dominasi Musuh Setelah Pulihkan Kemerdekaan Sejati (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yaman – Pemimpin gerakan perlawanan Anasrullah Yaman mengatakan bangsa Yaman sedang menapaki jalan kemerdekaan sejati dan pembebasan dari kekuasaan musuh. Abdul-Malik al-Houthi mengatakan dalam pidato yang disiarkan langsung dari ibu kota Yaman.

Bangsa Yaman tetap melanjutkan kemerdekaan, meskipun koalisi serangan agresi, lembaga pendidikan melanjutkan kegiatan mereka. Sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai Islam, berkat ketahanan dan ketabahan.

Houthi menyoroti bahwa pemberontakan rakyat Yaman bertujuan untuk memulihkan kemerdekaan sejati dan mengakhiri dominasi musuh. Ia menambahkan bahwa orang-orang mengejar pendekatan yang sadar, rasional dan berwawasan luas untuk mencapai tujuan tersebut.

“Islam adalah agama petunjuk dan wawasan. Ini bermanfaat bagi umat manusia untuk menemukan kebenaran dan tetap aman dari kesesatan. Umat ​​Islam telah banyak menderita dari kesesatan, dan banyak kesalahpahaman telah menyebar di dalamnya,” kata ketua Ansarullah itu juga.

Houthi melanjutkan dengan mencatat bahwa musuh memanfaatkan perusahaan media berita dan jurnalisme cetak untuk melemahkan dan memecah belah negara-negara Muslim.

“Musuh menggunakan berbagai media dan terus menyesatkan umat,” kata pemimpin Ansarullah itu.

Musih Incar Generasi Muda

Pemimpin Ansarullah menekankan bahwa musuh mengincar generasi muda Muslim. Mereka berusaha untuk merusak dan menghancurkan mereka melalui propaganda dan kampanye yang menyesatkan.

Dengan begitu, para pemuda tidak akan mengikuti jalan yang benar dan akan gagal untuk berdiri sendiri dan mandiri. negara-negara yang kuat.

Arab Saudi melancarkan perang yang menghancurkan di Yaman pada Maret 2015 bekerja sama dengan sekutu Arabnya. Arab Saudi mendapat dukungan senjata dan logistik dari AS dan negara-negara Barat lainnya.

Tujuannya adalah untuk memasang kembali rezim Abd Rabbuh Mansur Hadi yang bersahabat dengan Riyadh dan menghancurkan gerakan perlawanan Ansarullah, yang telah menjalankan urusan negara tanpa adanya pemerintahan fungsional di Yaman.

Sementara koalisi yang dipimpin Saudi telah gagal memenuhi salah satu tujuannya. Perang telah menewaskan ratusan ribu orang Yaman dan melahirkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Houthi menyimpulkan bahwa disinformasi dan perang propaganda musuh terhadap bangsa Yaman ditujukan untuk melikuidasi semangat pembebasan dan keyakinan bangsa.

 

 

 

Sumber: Press TV/IQNA

Redaksi

Terkait

Leave a Reply