Bagaimana Durasi Waktu Puasa di Daerah Kutub?

 Bagaimana Durasi Waktu Puasa di Daerah Kutub?

HIDAYATUNA.COM – Dalam buku “Menjawab 1001 Soal Keislaman”, sang penulis Prof. Dr. Quraish Shihab menjawab pertanyaan dari seseorang mengenai bagaimana saat Ramadhan berada di daerah kutub tetapi tetap ingin penialankan ibadah puasa. Hal ini terkait dengan penentuan waktu sahur dan berbukanya.

Di sini Prof Quraish menjawab bahwa Puasa tetap dilakukan dengan mengukur waktu, bukan berdasar pada perjalanan matahari, yakni sejak menyingsingnya fajar sampai rerbenamnya matahari. Karena jika itu yang menjadi dasar, maka mereka akan sangat panjang dan ini pada gilirannya menjadikan puasa itu sangat berat.

Padahal dalam konteks puasa Allah menegaskan bahwa: “Allah menghendaki kemudahan bagi kamu, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kamu” (QS. al-Baqarah [2]: 185). Bahkan dalam semua tuntunan agama ditegaskan-Nya bahwa “Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama sedkit kesempitan pun” (QS. al-Hajj [22]: 78).

Atas dasar itu semua, maka ulama menetapkan bahwa mereka-penduduk kutub itu-cukup mengukur masa puasanya dengan waktu yang ditempuh oleh kaum Muslim yang berpuasa di daerah normal yang terdekat ke wilayah mereka.

Katakanlah dari sekitar dari jam lima pagi hingga jam yang puasa 6 sore atau sekitar 13 jam. Nah mereka berpuasa sekitar tigabelas jam, lalu berbuka sekitar sebelas jam. Begitu seterusnya hingga mencapai 29 atau tiga kali.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply