Bacaan Salat Isya untuk Imam dan Makmum, Lengkap

 Bacaan Salat Isya untuk Imam dan Makmum, Lengkap

Niat salat zuhur untuk imam dan makmum (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Bacaan salat Isya untuk makmum terdapat perbedaan di antara imam dan makmum. Berikut ini perbedaan bacaan salat untuk imam dan makmum, yakni pada niatnya.

-Imam

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

“Ushalliy fardhal-isyaa-I arba’a raka’atin mustaqbilal-qiblati adaa-an imaman lillahi ta’ala.” 

Yang artinya, “Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

-Makmum

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

“Ushalliy fardhal-isyaa-I arba’a raka’atin mustaqbilal-qiblati adaa-an ma’muman lillahi ta’ala.” 

Yang artinya, “Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

 

1. Niat Salat Isya

 

اُصَلّى فَرْضَ العِشاءِ أَرْبع رَكْعاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Arab-Latin: Ushollii fardhol isya’i arba’a roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muuman lillaahi ta’aala.

Artinya: Aku berniat sholat Isya empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Kata ma’muuman tersebut harus diganti dengan imaaman apabila menjadi imam ketika shalat berjama’ah.

Sedangkan bila shalat munfarid atau sendiri maka tidak perlu membaca keduanya.

2. Takbiratul ihram

Takbiratul ihram yaitu mengucapkan takbir pada posisi badan tegak berdiri sambil mengangkat kedua telapak tangan hingga ke bahu.

Lalu menaruh keduanya di dada dalam kondisi tangan kanan memegang tangan kiri dan telunjuk dibiarkan menunjuk.

Berikut lafaznya:

الله أكبر

Allahu Akbar

Artinya: Allah Maha Besar

3. Membaca Doa Iftitah

Doa iftitah merupakan doa yang dibaca setelah melakukan takbiratul ihram rakaat pertama

Membaca doa iftitah dalam sholat dihukumi sunnah, berikut lafadnya:

للهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا. وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا. وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً.

إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.

إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْى ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allaahu Akbaru kabira wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa asila.

Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha hanifam muslimaw wama ana minal mushrikeen.

Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi Rabbil ‘aalameen. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Artinya: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.

Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).

Selain doa yang panjang tersebut ada doa iftitah yang sebenarnya pendek dan lebih mudah di hafalkan, bunyinya yaitu:

للَّهُمَّ بَاعدْ بيني وبين خطاياي، كما باعدت بين المشرق والمغرب،

اللَّهُمَّ نقِّني مِن خطاياي كما يُنقَّى الثوبُ الأبيضُ مِن الدَّنسِ،

اللَّهُمَّ اغسلني مِن خَطَايَاي بالماءِ والثَّلجِ والبَرَدِ

Allahumma ba’id baini wa baina khathaayaaya kama ba’adta bainal masyriqi wal maghrib.

Allahumma naqqini min khathaayaaya kama yunaqqas saubul abyadu minad danas. Allahummagsilni min khatayaya bil maa’i watsalji wal barad

Artinya: Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat.

Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan butiran es.

4. Membaca Surah Al-Fatihah

Setelah membaca doa iftitah pada rakaat pertama, kemudian dilanjutkan membaca surah Al-Fatihah.

Membaca surah Al-Fatihah merupakan rukun sholat dalam setiap rakaatnya, baik sholat wajib maupun sunnah.

Dalam shalat Isya surah Al Fatihah dibaca secara jahr atau dengan suara yang sedikit lantang jika kita sebagai imam sholat.

Adapun lafaz surah Al Fatihah sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَ

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin. arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin, iyyaka nabudu waiyyaaka nastaiin. Ihdinashirotol mustaqim, shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi alaihim waladhaalin. Aamiin

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

5. Membaca Surah Pendek

Membaca surah pendek dari Al-Quran setelah membaca Al-Fatihah dihukumi sunnah atau jika dilakukan maka mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa.

6. Rukuk

Berikut ini bacaan saat melaksanakan rukuk dalam sholat Isya:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal adhiimi wa bihamdi

Artinya: Maha suci Tuhanku yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya.

7. I’tidal dan Membaca Doanya

Bagi yang sholat sebagai makmum maka tidak perlu membaca kalimat bangkit dari ruku’ tetapi langsung membaca doa i’tidal

Tetapi imam atau yang melaksanakan shalat sendiri harus menyebut kalimat bangkit dari ruku’ kemudian membaca doa i’tidal tersebut.

Berikut bacaan bangkit dari Rukuk:

سمع الله لمن حمده

Sami’allaahu liman hamidah

Artinya: Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya

Do’a I’tidal:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.

Artinya: Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.

8. Sujud

Takbir sambil bergerak menuju sujud yang posisinya yaitu bertumpu ke tujuh titik bagian tubuh; tengah-tengah testa, ujung hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari kaki yang dilipat.

Selanjutnya membaca tasbih sebanyak tiga kali, berikut lafadznya:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhanna robbial a’la wabihamdih

Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Luhur dan dengan memuji-Nya.

9. Duduk diantara Dua Sujud

Bangkit dari sujud seraya mengucapkan takbir, selanjutnya duduk dengan posisi pantat diatas telapak kaki kiri, sementara kaki sebelah kanannya bertumpu di ujung jari-jarinya yang dilipat ke bawah.

Sedangkan untuk kedua telapak tangan diletakkan di atas kedua lutut dan membaca doa berikut:

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Robbi firli warhamni wajburni warfakni wahdini waafini wafuani

Artinya: Ya Allah ampuni dosaku, kasihanilah aku, tutuplah aibku, angkat derajatku, beri aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkan diriku dan ampunilah aku.

10. Sujud Kedua

Untuk sujud yang kedua ini tata cara dan bacaanya sama seperti halnya sujud pertama.

Berikut lafadznya:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhanna robbial a’la wabihamdih

Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Luhur dan dengan memuji-Nya.

Kemudian bangkit dari sujud untuk kembali berdiri tegak sembari membaca kalimat takbir, lalu bersedekap.

Kemudian dilanjutkan ke rakaat kedua sholat Isya. Bacaan dan tata caranya sama persis seperti rakaat pertama, hanya saja ada tasyahud awal saat sujud.

11. Tasyahud Awal

Duduk Tasyahud awal pada rakaat kedua shalat Isya caranya sama seperti saat melakukan duduk diantara dua sujud.

Bedanya tangan kanan dikepalkan sementara telunjuknya dibiarkan menunjuk. Sedangkan doa yang dibaca yaitu:

لتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ،

السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ،

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah.

As-salaamu’alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu’alaina wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah.

Allaahumma shalli’alaa sayyidinaa Muhammad. Wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa shallaita alaa sayyidina Ibroohiim wa alaa aali sayyidina Ibroohiim.

Wabaarik’alaa sayyidina Muhammad wa alaa aali sayyidina Muhammad. Kamaa baarakta alaa sayyidina Ibroohiim wa alaa aali sayyidinaa Ibraahiim fil’aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya:

Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah.

Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah.

Ya Allah aku sampaikan shalawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarganya. Sebagaimana Engkau sampaikan shalawat kepada Nabi Ibrahim As., serta kepada para keluarganya. Dan, berikanlah keberkahan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarganya. Sebagaimana, Engkau telah berkahi kepada junjungan kita Nabi Ibrahim, serta keberkahan yang dilimpahkan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Maha Kekal.

12. Bangkit dari Duduk Tasyahud Awal

Saat bangkit dari duduk tasyahud awal membaca kalimat takbir, lalu melaksanakan rakaat ketiga dan keempat yang tata cara dan bacaanya sama seperti sebelumnya.

Dalam rakaat ke-3 dan 4 tidak dianjurkan membaca surah pendek setelah membaca surah Al Fatihah saat berdiri tegak.

13. Tasyahud Akhir

Tasyahud akhir merupakan salah satu rukun sholat Isya. Apabila ditinggalkan secara sengaja maupun tidak sengaja maka sholatnya dihukumi tidak sah.

Adapun bacaan doa saat duduk tasyahud akhir sama seperti tasyahud awal. Bedanya cuma ada tambahan doa, berikut lafadnya.

للَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allahumma innii a’uzubika min ‘azabil qabri wa min ‘azabi jahannam, wa min fitnatil mahyaa wal mamaati, wa min syarri fitnatil masihid Dajjal

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.

14. Salam

Berikut ini lafadz yang harus dibaca ketika salam:

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Artinya:

Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah untukmu. Salam ini diucapkan sebanyak dua kali yaitu saat menoleh ke kanan dan kiri.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply