Azan Pakai Pengeras Suara, Imam Masjid Kanada: Ini Momen Bersejarah

 Azan Pakai Pengeras Suara, Imam Masjid Kanada: Ini Momen Bersejarah


HIDAYATUNA.COM, Hamilton – Imam Masjid Mountain Mosque, Hamilton, Seyid Tora mengaku sangat gembira dengan dibolehkannya pengumandangan azan menggunakan pengeras suara di wilayahnya di Kanada.

Menurut Seyid Tora peristiwa ini disebutnya sebagai peristiwa besar dan bersejarah dalam khazanah dunia muslim di Kanada. Untuk itu ia benar-benar menyambut antusias atas kebijakan tersebut.

“Ini adalah momen bersejarah bagi komunitas Muslim di Kanada,” kata Seyid Tora sebagaimana dilansir dari Daily Sabah, dikutip Jumat (8/5/2020).

Ia menjelaskan azan adalah undangan Allah SWT untuk mengingatkan kepada umat muslim agar beribadah shalat.

“Panggilan untuk berdoa adalah undangan dari Allah SWT yang bertujuan mengundang orang untuk beribadah,” sambungnya.

Tora menambahkan ia benar benar bersyukur dan berterima kasih. Pasalnya dengan diperbolehkannya mengumandangkan azan melalui pengeras suara, maka komunitas muslim di Kanada mulai sekarang bisa mendengarkan panggilan Tuhan untuk beribadah.

“Ini hal penting bahwa setiap orang kini bisa mendengar panggilan tersebut,” sambung Tora.

Ia melanjutkan, memang saat ini azan hanya diperbolehkan berkumandang selama Ramadan 2020. Tapi, Tora punya harapan besar kalau adzan akan terus dikumandangan selepas Ramadhan.

Terlebih, beberapa pihak perwakilan masjid di Kanada sudah melakukan kontak dengan dewan kota untuk mendesak mereka mengizinkan adzan terus berkumandang selepas bulan suci.

Sebagai informasi, azan menggunakan pengeras suara merupakan suatu hal yang baru dan bahkan yang pertama kali terjadi di Kanada. Ini adalah hal langka sekaligus membahagiakan bagi umat Islam di negara tersebut.

Sedikitnya kini sudah ada empat kota besar di Kanada yang membolehkan azan menggunakan pengeras suara. Antara lain adalah Toronto, Edmonton, Ottawa dan Hamilton.

Kini di kota kota tersebut para muslim bisa mendengarkan 3 kali suara azan dalam sehari. Dengan adanya kebijakan itu warga muslim Kanada semakin semangat menjalankan ibadah puasa 1441 Hijriah meski di tengah wabah virus Corona.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply