Azab Kaum Luth dan Bukti Kebenarannya

 Azab Kaum Luth dan Bukti Kebenarannya

Kaum Sodom, adalah kaum Nabi Luth AS yang dibinasakan Allah dengan Adzab yang paling mengerikan. Allah memberikan Adzab kepada kaum ini dengan cara menjadikan apa yang di bawah ke atas, dan yang diatas kebawah, dan menghujani kaum Sodom dengan batu dari tanah yang terbakar bertubi-tubi. Ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Huud ayat 82 :

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi”

Hijrahnya Nabi Luth

Nabi Luth As berhijrah bersama pamannya Nabi Ibrahim menuju ke Mesir, di sana mereka tinggal untuk beberapa waktu dan kemudian kembali ke Palestina. Dalam perjalanan kembali ke Palestina, Nabi Luth meminta izin kepada pamannya untuk menuju ke negeri Sadum (dekat laut mati Yordania). Karena Allah telah memilih Nabi Luth sebagai Nabi-Nya, maka Nabi Ibrahim pun mengizinkan keponakannya untuk pergi menuju negeri Sadum dna menikah di sana.

Ketika itu, akhlak kaum Nabi Luth amat sangat keji, mereka tidak menjaga dirinya dari perbuatan maksiat dan tidak malu untuk berbuat kemungkaran, bekhianat kepada kawan dan bahkan melakukan penyamunan. Di samping itu, mereka melakukan hal keji yang belum pernah dilakukan oleh umat atau kaum mana pun sebelumnya. Mereka mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat mereka dan meninggalkan wanita.

Nabi Luth pun mengajak kaumnya untuk beriman dan meninggalkan perbuatan keji, namun kaum ini menolak bahkan berencana mengusir beliau yang memang adalah seorang pendatang di negeri mereka. Nabi Luth tidak putus asa dalam mengajak kebaikan kepada kaumnya, hingga akhirnya perlakuan mereka membuat Nabi Luth marah dan Nabi Luth pun berdoa kepada Allah SWT. Seperti dalam firman Allah dalam surat Asy-Syuuraa :

“Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak bertakwa?” Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; Upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam. mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”. mereka menjawab: “Hai Luth, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu Termasuk orang-orang yang diusir”. Luth berkata: “Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu”. (Luth berdoa): “Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan”. lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (isterinya), yang Termasuk dalam golongan yang tinggal. kemudian Kami binasakan yang lain. dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) Maka Amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. dan Sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang” (QS Asy-Syuura : 160-175)

Istri Nabi Luth memilih kafir dan termasuk pada golongan yang mengucilkannya dan mengolok-oloknya. Terhadap istrinya inilah Allah membuat perumpamaan :

“Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), Maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)”.(QS At-Tahrim :10)

Pengkhianatan istri Luth kepada suaminya adalah kekafirannya dan tidak beriman kepada Allah SWT.

Allah SWT kemudian mengirimkan tiga malaikat dalam bentuk yang rupawan untuk memberi kabar kepada Nabi Luth bahwa Allah SWT akan segera memberi adzab kepada kaumnya. Ketiga malaikat yang rupawan ini menjadi tamu di rumah Nabi Luth, tak ada seorang pun yang tau saat itu kecuali istrinya. Istri Nabi luth pun memberi kabar kepada kaumnya bahwa telah datang kerumahnya tiga orang tamu yang sangat rupawan. Kaum Nabi Luth yang mendengar hal ini kemudian berbondong-bondong datang ke rumah Nabi Luth.

Nabi Luth yang mengetahui hal ini merasa sangat khawatir. Saat itulah para Nabi Luth memberitahukan kepadanya siapa mereka sebenarnya, dan bahwa mereka bukan manusia tetapi malaikat yang akan menjatuhkan adzab untuk kaumnya. Para malaikat meminta Nabi Luth agar segera meninggalkan kota sodom pada malam hari, karena adzab akan menimpa mereka pada pagi hari. Mereka juga menasihati Nabi Luth agar tidak menoleh kebelakang saat azab itu turun agar tidak menimpa mereka.

Ketika subuh tiba, sepeninggal Nabil Luth dan kaumnya yang beriman, seluruh negeri bergoncangn dengan goncangan yang sangat keras, seorang malaikat mencabut ujung negeri itu dengan salah satu sayapnyadan mengangkat ke atas langit kemudian membalikkannya. Allah SWT menyelamatkan Nabi Luth dan keluarganya kecuali istrinya yang kafir. Maka Nabi Luth dan keluarganya menjadi teladan yang baik dalam hal kesucian, sedangkan kaumnya menjadi teladan buruk bagi generasi berikutnya.

Bukti Musnahnya Negeri Sodom

Ribuan tahun setelah terjadinya bencana di Negeri Sodom yang tercatat dalam Al-Qur’an, tepatnya pada tahun 2005, para ilmuan mulai mencari jejak kota Sodom yang hilang. Mereka melakukan ekskvasi di  Tall e-Hammam, Yordania, wilayah yang terletak di timur Sungai Yordan itu diyakini sebagai letak Kota Sodom yang hilang. Ilmuan meyakini bahwa Sodom adalah kota yang kaya karena berperan sebagai pusat perdagangan kala itu.

Wenner Keller peneliti asal Jerman, menemukan fakta bahwa Kota Sodom dahulunya terletak di wilayah yang kini bernama lembah Siddim. Sedangkan gempa bumi mahadahsyat yang menghancurkan kaum Sodom diperkirakan dulunya terjadi di tepi gunung Taurus. Lalu memanjang ke pantai selatan Laut Mati dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba emlintasi Laut Merah hingga menggungcang Afrika.

Disana ditemuakn berbagai fosil dari manusia dengan posisi yang tidak pantas. Hal tersebut diungkapkan bahwa kaum Nabi Luth melakukan tindakan homoseksual serta meminum-minuman keras sehingga banyak ditemukan fosil manusia sedang melakukan perbuatan keji.

Peneliti lainnya, Graham Harris adalah Geolog asal Inggris yang mengungkapkan bahwa Sodom dibangun diatas pesisir Laut mati dan penduduknya berdagang aspal yang tersedia di wilayah tersebut. Daerah pemukiman warga Sodom berupa daratan yang mudah diguncang gempa. Dari hasil penelitian yang ditemukan para ahli, menjelaskan bahwa kebenaran tentang azab yang diberikan pada kaum Sodom tersebut memang benar adanya  

Redaksi

Terkait

Leave a Reply