Ayat-ayat Penyembuh Dalam Al-Quran

 Ayat-ayat Penyembuh Dalam Al-Quran

Ayat-ayat Penyembuh Dalam Al-Quran

HIDAYATUNA.COM – Tidak dapat disangkal bahwa al-Qur’an adalah syifa’ (penyembuh) berbagai penyakit. Banyak ayat al-Qur’an yang berbicara tentang hal ini, bahkan ulama-ulama menyebutkan banyak ayat yang mereka namai ayat asy-syifa’.

Adapun kata-kata syifa’ yang dirujuk antara lain terdapat dalam surah at-Taubah [9: 14], Yunus [10: 57], An-Nahl [16: 69], Qs. Al-Israa’ [17: 82], Qs. Asy-Syu’ara [26: 80], Qs. Fushshilat [41: 44], dan masih banyak lagi.

Kata Syifa’ dalam Al-Quran

وَيَشْفِ صُدُوْرَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِيْنَ
Serta melegakan hati orang-orang yang beriman (QS. At-Taubah : 14)

وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ
Dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada (QS. Yunus : 57)

يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيْهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ
Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia (QS. An-Nahl : 69)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS. Al-Israa’ : 82)

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ
Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (QS. Asy-Syu’araa’ : 80)

قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا هُدًى وَشِفَآءٌ
Katakanlah: Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin (QS. Fussilat : 44)

Kaitannya dengan ini, banyak para ulama berbeda pendapat tentang cakupan kata syifa’ pada ayat-ayat di atas. Dalam Tafsir al-Mishbah – tentang surah Yunus ayat 57 misalnya:

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit [yang berada] dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Yunus [10]: 57)

Ayat di atas mengemukakan bahwa ayat tersebut menegaskan jika al-Qur’an adalah syifa’un lima fi ash-shudur. Ini artinya al-Qur’an merupakan obat bagi apa yang terdapat dalam dada.

Menurut Quraish Shihab, penyebutan dada dalam surah Yunus ayat 57 diartikan dengan hati. Hal ini menunjukkan bahwa wahyu-wahyu Illahi itu berfungsi mengobati berbagai penyakit seperti ragu, dengki, takabbur, dan semcamnya. Memang, oleh al-Qur’an hati ditunjuknya sebagai wadah yang menampung rasa cinta dan benci, ia berkehendak dan menolak.

Bahkan hati dinilai sebagai alat untuk mengetahui. Hati juga mampu melahirkan ketenangan dan kegelisahan serta menampung sifat-sifat baik dan terpuji. Sufi besar Hasan Bashri, sebagaimana dinukil oleh Muhammad Sayyid Thanthawi dalam tafsirnya dan berdasarkan riwayat Abu asy-Syaikh – berkata:

“Allah menjadikan al-Qur’an obat terhadap penyakit-penyakit hati, dan tidak menjadikannya obat untuk penyakit jasmani.”

Penyembut Penyakit Jasmani

Sementara ulama juga memahami bahwa ayat-ayat al-Qur’an juga dapat menyembuhkan penyakit-penyakit jasmani. Ibnu Qayyim misalnya, menulis dalam bukunya, Zad al-Ma’ad, menjelaskan bahwa al-Qur’an adalah obat yang sempurna bagi segala macam penyakit hati dan jasmani serta penyakit-penyakit duniawi dan ukhrawi.

Memang, tidak setiap orang dapat berperan atau dianugerahi jalan sehingga dapat menggunakannya sebagai obat. Apabila si sakit berhasil dengan baik menggunakannya sebagai obat, dan meletakkannya pada penyakit yang dideritanya dengan penuh ketulusan, iman, dan penerimaan penuh serta keyakinan yang mantap dan memenuhi syarat-syaratnya, maka penyakit tidak dapat mengalahkannya.

Bagaimana mungkin penyakit dapat melawan firman Allah SWT, Tuhan Pencipta dan Pemelihara langit dan bumi, sedang bila diturunkan ke atas gunung, niscaya yang diakibatkan oleh faktor kejiwaan yang berdampak pada jasmani. Ia adalah psikosomatik. Memang, tidak jarang seseorang merasa sesak napas atau dadanya bagaikan tertekan atau bahkan kembung dan bengkak karena adanya ketidakseimbangan rohani.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply