AS Akan Hentikan Total Bantuan di Yaman Jika Houthi Tidak Mau Bekerja Sama

 AS Akan Hentikan Total Bantuan di Yaman Jika Houthi Tidak Mau Bekerja Sama

Amerika Serikat Atau Disingkat Sebagai AS Akan Hentikan Total Bantuan di Yaman Jika Houthi Tidak Mau Bekerja Sama

HIDAYATUNA.COM – Pemberontak Houthi di Yaman, yang telah menguasai sebagian besar daerah di Yaman utara, telah memblokir setengah dari pengiriman program bantuan PBB di negara yang sedang dilanda perang itu, sebuah taktik kuat yang bertujuan untuk memaksa lembaga-lembaga pemberi dan penyalur bantuan disana agar memberikan kendali yang lebih besar kepada mereka atas kampanye kemanusiaan untuk Yaman.

Merespon hal tersebut, badan bantuan United States Agency for International Development (USAID), mengatakan akan menangguhkan bantuannya ke daerah-daerah di Yaman yang sekarang sedang dikuasai oleh pemberontak Houthi jika mereka tidak segera membuka blokadenya yang telah menghalangi proses penyaluran bantuan.

Dalam sebuah pernyataan, badan bantuan itu telah menginformasikan kepada mitranya, termasuk badan bantuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tentang rencananya tersebut pada pekan lalu. Dalam pernyataan tersebut dikatakan bahwa proses penangguhan akan dimulai pada akhir bulan Maret jika pemberontak Houthi tidak segera bertindak untuk memperbaiki situasi saat ini.

“Kami terus melakukan segala cara yang kami bisa untuk menghindari pengurangan bantuan di Yaman utara,” kata badan bantuan itu.

Perlu diketahui, pada tahun lalu, Amerika Serikat (AS) telah memberikan bantuan sekitar $700 juta untuk Yaman. Jumlah itu menjadi salah satu donor bantuan terbesar ke Yaman, dimana program bantuan PBB dengan total $8,35 miliar sejak tahun 2015 sangat penting untuk menjaga banyak warga Yaman untuk tetap hidup.

Menurut data dari organisasi-organisasi bantuan, sampai saat ini perang di Yaman telah menewaskan puluhan ribu orang, yang kebanyakan dari mereka yang tewas adalah warga sipil. Konflik mengerikan itu telah menyebabkan jutaan orang menghadapi ancaman kelaparan dalam apa yang oleh PBB sebut sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Menurut PBB, ketika situasi perang di Yaman telah memasuki tahun keenamnya, 10 juta orang di negara itu telah berada di ambang batas kelaparan, dengan 80 persen dari total populasinya yang berjumlah 29 juta orang itu membutuhkan aliran bantuan.

Lebih dari tiga juta orang terpaksa mengungsi, wabah epidemi kolera yang telah menewaskan ratusan orang, dan setidaknya 2,2 juta anak balita sedang menderita kekurangan gizi yang parah, tambahnya.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengkritik koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi-UEA karena menargetkan warga sipil yang berada di rumah sakit, sekolah-sekolah, dan pasar. Mereka juga mengecam negara-negara Barat karena mempersenjatai pemberontak Houthi. (Aljazeera.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply