Apakah Ziarah Kubur Dianjurkan Pada Nishfu Sya’ban?

 Apakah Ziarah Kubur Dianjurkan Pada Nishfu Sya’ban?

Dalil batu nisan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Ziarah kubur merupakan amalan sunah yang disukai Allah karena dengan berziarah kita akan lebih banyak mengingat kematian. Selain itu juga menjadi momen kita mendoakan para pendahulu.

Namun apakah ziarah kubur juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan di Nishfu Sya’ban? Seperti yang kita pahami, bahwa amalan ziarah kubur ini dapat dilakukan kapan saja, bahkan menjelang Ramadhan, malam Jumat, dan sebagainya.

Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Al-Thabrani, bahwa Rasulullah Saw bersabda;

مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فِيْ كُلِّ جُمُعَةٍ غُفَرَ لَهُ ، وَكُتِبَ بَرًّا

“Barangsiapa menziarahi kuburan kedua orangtuanya atau salah satunya setiap Jumat, maka dia diampuni dosanya dan dicatat sebagai anak yang berbakti.”

Begitu pun saat menjelang Nisfu Sya’ban, kita dianjurkan untuk melakukan ziarah kubur secara sendirian maupun berjemaah. Ziarah kubur, terutama kepada kedua orangtua yang telah kembali pada-Nya, Anda telah menunaikan kewajiban sebagai anak.

Kewajiban yang bagaimana? Bukankah orangtua sudah meninggal terputus segala amalnya?

Tunggu dulu karena, kewajiban anak kepada orangtua tetap berlaku, yakni dengan mendoakan keselamatan bagi mereka di alam kubur. Mendoakan mereka agar dosa-dosa mereka diampuni oleh Allah.

Dalil Anjuran Ziarah Kubur Malam Nishfu Sya’ban

Dikutip dari Bincangsyariah, dalil yang menjadi dasar anjuran melakukan ziarah kubur menjelang malam Nisfu Sya’ban adalah hadis riwayat Ibnu Majah. Dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ رَافِعٌ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ ، فَقَالَ لِي: أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ ؟ قَالَتْ : قُلْتُ : ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ

“Aku pernah kehilangan Rasulullah Saw, kemudian aku keluar, ternyata beliau di pekuburan Baqi’ sambil menengadahkan wajah ke langit. Rasulullah Saw bertanya padaku; Kamu khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menipumu?

Aisyah mengatakan; Aku hanya menduga engkau mendatangi istri-istrimu yang lain. Kemudian Rasulullah Saw bersabda; Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam Nisfu Sya’ban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba bani kalb.”

Hadis ini menjelaskan bahwa pada saat malam Nisfu Sya’ban, Rasulullah menziarah kuburan Baqi’. Dalam riwayat lain disebutkan pula bahwa pada malam tersebut Rasulullah didatangi Malaikat Jibril agar menziarahi kuburan Baqi’ dan memohonkan ampun untuk mereka.

Dengan demikian, maka ziarah kubur menjelang Nisfu Sya’ban, atau pada malam Nisfu Sya’ban, hukumnya dianjurkan. Amalan ini bukanlah bid’ah karena memang telah dilakukan oleh Rasulullah Saw.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply