Apakah Setan Dibelenggu Saat Bulan Ramadan?

 Apakah Setan Dibelenggu Saat Bulan Ramadan?

Jika Setan Dibelenggu Terus (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Momen di bulan Ramadan para setan konon dibelenggu sehingga umat Muslim bisa memaksimalkan ibadah serta mencari pahala sebanyak-banyaknya. Dalam rangka mengharap berkah di bulan penuh kemuliaan ini.

Hal itu senada dengan hadis Rasulullah SAW yang populer ditelinga masyarakat ketika bulan Ramadan sebagai berikut:

حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ»

Artinya: “Abu Hurairah r.a. berkata; Rasulullah SAW bersabda: apabila datang bulan Ramadan pintu-pintu surga dibuka sedang pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu”. (H.R. Al-Bukhari)

***

Hadis yang sama juga diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut:

حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا دَخَلَ سَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ»

Artinya: “Abu Hurairah r.a. berkata; Rasulullah SAW bersabda: apabila datang bulan Ramadan pintu-pintu langi dibuka sedang pintu-pintu jahanam ditutup dan setan-setan dibelenggu”. (H.R. Al-Bukhari)

Apabila kita memahami hadis tersebut sebagaimana teks pada matan (isi) hadis tersebut. Pada bulan Ramadan, maka otomatis pintu-pintu surga terbuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan para setan terbelenggu. Di mana pemahaman tersebut memberikan keutamaan bulan Ramadan daripada bulan-bulan lainnya.

Meningkatnya Ketaqwaan Manusia di Bulan Ramadan

Pada kenyataanya, di dalam masyarakat sendiri pada saat bulan Ramadan sering terjadi pencurian, perzinaan, dan banyak umat Muslim yang tidak ikut puasa tanpa disertai uzur yang jelas. Sedangkan kata “dibelenggu” dalam matan hadis tersebut jika diartikan secara fisik, maka para setan benar-benar terbelenggu dan tidak dapat menggoda manusia sama sekali.

Namun, pada bulan yang mulia ini masih banyak kejadian pelanggaran terhadap larangan-larangan Allah. Oleh karena itu, melakukan pemahaman secara tekstual sesuai matan hadis tersebut kurang tepat. Agar lebih tepat maka harus menggunakan pemahaman secara kontekstual terhadap hadis di atas.

Bulan Ramadan adalah bulan yang mulia dan bulan penuh ampunan dari Allah SWT. Pada bulan Ramadan, umat Muslim berusaha melaksanakan berbagai macam ibadah, seperti puasa, tadarrus Alquran, dan lain sebagainya.

Dalam melaksanakan ibadah pada bulan suci Ramadan ini, umat Muslim berusaha untuk selalu berbuat jujur. Menghindari diri dari perselisihan, dan berusaha keras untuk tidak melakukan kemaksiatan. Dengan demikian, hampir tidak ada celah untuk setan untuk menggoda umat Muslim pada bulan Ramadan tersebut.

Sempitnya Kesempatan Setan

Keadaan tersebut menjadikan para setan terbelenggu, dalam arti lain untuk menganggu umat Muslim yang sedang asyik dengan berbagai ibadah dan mengerjakan amal kebajikan lainnya. Suasana yang demikian itu, dengan sendirinya menjadikan pintu-pintu surga terbuka luas dan pintu-pintu neraka tertutup rapat.

Disisi lain, bagi orang-orang yang tidak melakukan ibadah, amal kebajikan, dan menjauhi maksiat pada bulan Ramadan, para setan tetap bisa leluasa menganggu mereka. Pintu-pintu surga tertutup, dan pintu-pintu neraka terbuka.

Keadaan tersebut berbeda dengan aktifitas ibadah umat Muslim di bulan-bulan selain Ramadan. Tidak se-intens pada saat bulan Ramadan

Jadi yang menjadikan setan terbelenggu bukanlah semata-mata karena datangnya bulan Ramadan. Hal tersebut tidak bisa diartikan secara harfiah bahwa setan benar-benar dibelenggu.

Melainkan dikarenakan umat Muslim yang beriman dan berusaha keras untuk mengisi bulan Ramadan dengan ibadah dan berbagai amal kebajikan lainnya. Setan tidak memiliki kesempatan untuk menggoda umat Muslim yang sedang asyik beribadah di bulan Ramadan.

Ferdy Pratama

Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Santri PP Asy-Sayfi'iyah Salafiyah Ndresmo Surabaya

Terkait

Leave a Reply