Antropolog King Fahd University Kecam Aksi Biadab Penganiayaan Keluarga Habib Segaf Aljufri

 Antropolog King Fahd University Kecam Aksi Biadab Penganiayaan Keluarga Habib Segaf Aljufri

Antropolog King Fahd University Kecam Aksi Biadab Penganiayaan Keluarga Habib Segaf Aljufri

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Antropolog King Fahd University, Direktur Nusantara Institute dan Co-Founder Nusantara Kita Foundation, Sumanto Al Qurtuby mengecam keras penganiayaan terhadap keluarga Habib Segaf Aljufri dalam acara midodareni di Solo beberapa waktu lalu.

“Dari Jazirah Arabia, saya turut mengecam keras aksi biadab gerombolan intoleran yang mengeroyok dan menganiaya hingga babak belur keluarga almarhum Habib Segaf Aljufri di Solo, Habib Umar Assegaf, Habib Husin Abdullah, dan Habib Hadi Umar,” ungkap Sumanto dalam ketarangan di akun Facebooknya, dikutip Hidayatuna.com, Rabu (12/8/2020).

Dari berita-berita di berbagai media, lanjut Sumanto, kelompok ini berteriak-teriak “Kafir, Syiah, musuh Islam, halal darahnya.” Menurutnya ini ciri khas gerombolan takfiri-ektrimis.

Kelompok inilah dulu yang membuat wajah Arab Saudi menjadi bopeng dan buruk rupa di mata dunia. Kelompok ini pula yang membuat wajah Islam dan umatnya menjadi tampak buruk rupa.

“Kini mereka sudah diberantas oleh pemerintah Saudi,” jelasnya.

Sumanto menjelaskan, pemerintah Indonesia tegas dan tidak boleh membiarkan gerombolan ini berkeliaran. Kalau dibiarkan hal ini akan membawa kehancurannya.

“Saya sudah mengingatkan berkali-kali, tidak ada toleransi pada gerombolan intoleran,” ujarnya.

“Saya juga berkali-kali menulis dan mengingatkan kalau mereka hanya menggunakan “Islam” sebagai “topeng monyet” saja untuk menutupi watak buruk dan perilaku jahat mereka,” sambungnya.

Dirinya berpandangan, jika kelompok ini dibiarkan, mereka akan terus seenaknya mengobrak-abrik orang-orang yang mereka anggap berseberangan dengan jalan pikiran mereka.

“Tak peduli Muslim atau bukan, habib atau bukan, ulama atau bukan, kiai atau bukan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, ratusan orang menamakan diri Laskar Solo membubarkan acara midodareni (doa malam sebelum akad nikah) di kediaman almarhum Habib Segaf AlJufri.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Cempaka No. 81 Kampung Mertodranan RT 1 RW 1, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Sabtu (8/8) malam lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelompok laskar sudah berkumpul di gang masuk rumah almarhum Habib Segaf Al-Jufri. Ia menceritakan, setidaknya ada sekitar lebih dari 200-an massa yang datang.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply