Anjuran Meminta Maaf Sebelum Puasa Ramadhan

 Anjuran Meminta Maaf Sebelum Puasa Ramadhan

Puasa dan Laku Diri (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Meminta maaf umumnya dilakukan ketika berbuat salah, dan di momen lebaran. Namun bagaimana jika meminta maaf sebelum puasa Ramadhan?

Nabi Muhammad Saw saat sedang khotbah Jumat mengatakan ‘amin’ sebanyak tiga kali. Para sahabat yang mendengarnya terkejut dan spontan mengatakan ‘amin’ pula, meski mereka bingung mengenai alasan Rasulullah Saw mengucapkan ‘amin’ hingga tiga kali.

Selesai salat Jumat, mereka bertanya kepada Rasulullah. Beliau pun menjelaskan, “ketika aku sedang berkhotbah, Jibril datang dan berbisik, hai Rasulullah, amin-kan doaku ini.”

Doa yang dipanjatkan Jibril adalah, “Ya Allah tolong abaikan puasa umat Muhammad apabila sebelum memasuki Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal berikut. Yaitu memohon maaf terlebih dulu pada kedua orang tudanya (jika masih hidup), bermaafan antara suami istri, dan bermaafan dengan orang-orang sekitarnya.”

Meski begitu, meminta maaf digolongkan suatu kebaikan yang dianjurkan. Namun bukan hanya perlu dilakukan menjelang Ramadhan. Lantaran ibadah tersebut tidak memiliki batasan waktu.

Meminta Maaf Tidak Dibatasi Waktu

Peneliti di Rumah Fiqih Indonesia dikutip dari Republika.co.id, mengatakan bahwa meminta maaf itu kebaikan yang tidak pernah dibatasi oleh waktu. Jadi kapan saja boleh, dan tidak perlu dicari dasar hukumnya karena itu ibadah yang dianjurkan.

“Meminta maaf itu sendiri kebaikan yang dalam syariat dianjurkan dan syariat juga tidak pernah membatasi kapan itu dilakukan,” katanya.

Rasulullah dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لأَحَدٍ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَىْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ، قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُونَ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

“Siapa yang pernah mempunyai kezaliman terhadap seseorang, baik terhadap kehormatannya atau apapun, maka minta halallah darinya hari ini! Sebelum tidak ada dinar dan dirham, yang ada adalah jika dia mempunyai amal saleh, maka akan diambil darinya sesuai dengan kezalimannya, jika dia tidak mempunyai kebaikan, maka akan diambilkan dosa lawannya dan ditanggungkan kepadanya.” (HR Bukhari No 2449).

Redaksi

Terkait

Leave a Reply