Anjuran Berbahagia Bersama Keluarga Di Hari Raya

 Anjuran Berbahagia Bersama Keluarga Di Hari Raya

Ketupat Lambang Kebersihan Hati karena Cahaya Ilahi (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Di momen hari raya terdapat anjuran untuk menunjukkan kebahagiaan bersama keluarga. Berikut dalilnya:

ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ، ﻗﺎﻟﺖ: ﺩﺧﻞ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻨﺪﻱ ﺟﺎﺭﻳﺘﺎﻥ ﻣﻦ ﺟﻮاﺭﻱ اﻷﻧﺼﺎﺭ ﺗﻐﻨﻴﺎﻥ ﺑﻤﺎ ﺗﻘﺎﻭﻟﺖ اﻷﻧﺼﺎﺭ ﻳﻮﻡ ﺑﻌﺎﺙ، ﻗﺎﻟﺖ: ﻭﻟﻴﺴﺘﺎ ﺑﻤﻐﻨﻴﺘﻴﻦ، ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ: ﺃﻣﺰاﻣﻴﺮ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻓﻲ ﺑﻴﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ﻋﻴﺪ، ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ، ﺇﻥ ﻟﻜﻞ ﻗﻮﻡ ﻋﻴﺪا ﻭﻫﺬا ﻋﻴﺪﻧﺎ»

Aisyah berkata: “Abu Bakar datang dan di sebelahku ada 2 wanita muda dari pemudi Ansor yang bernyanyi dengan nyanyian Sahabat Ansor saat di benteng Buats. Tapi mereka bukan penyanyi”. Abu Bakar berkata: “Apakah seruling setan ada di rumah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam?” Saat itu adalah Idul Fitri.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abu Bakar. Setiap kaum memiliki hari raya. Dan Idul Fitri ini adalah hari raya kita” (HR Bukhari)

Dari hadis tersebut Al-Hafidz Ibnu Hajar melakukan istinbath hukum:

ﻭﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻣﻦ اﻟﻔﻮاﺋﺪ ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ اﻟﺘﻮﺳﻌﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻌﻴﺎﻝ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ اﻷﻋﻴﺎﺩ ﺑﺄﻧﻮاﻉ ﻣﺎ ﻳﺤﺼﻞ ﻟﻬﻢ ﺑﺴﻂ اﻟﻨﻔﺲ ﻭﺗﺮﻭﻳﺢ اﻟﺒﺪﻥ ﻣﻦ ﻛﻠﻒ اﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻭﺃﻥ اﻹﻋﺮاﺽ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ ﺃﻭﻟﻰ ﻭﻓﻴﻪ ﺃﻥ ﺇﻇﻬﺎﺭ اﻟﺴﺮﻭﺭ ﻓﻲ اﻷﻋﻴﺎﺩ ﻣﻦ ﺷﻌﺎﺭ اﻟﺪﻳﻦ

Di dalam hadis ini ada banyak faidah, yaitu disyariatkan untuk berlapang-lapang dengan keluarga di hari raya. Dengan berbagai cara yang dapat menyenangkan hati dan merilekskan tubuh setelah beban ibadah (namun berpaling darinya lebih utama). Dan menampakkan kebahagiaan di hari raya adalah bagian dari syiar agama (Fathul Bari, 2/443)

Ma'ruf Khozin

Terkait

Leave a Reply