Amalan dan Doa Malam Nisfu Sya’ban

 Amalan dan Doa Malam Nisfu Sya’ban

Para ulama salafussalih menganjurkan muslimin mengisi malam Nisfu Sya’ban dengan memperbanyak doa dan bersedekah.

HIDAYATUNA.COM – Tepat pada rabu malam kamis atau besok malam adalah Malam Nisfu Sya’ban, sebuah malam agung yang disebutkan dalam hadis bahwa siapa yang berdoa pada malam tersebut tidak akan ditolak, “Ada 5 malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya��ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.” (HR. Ad- Dailamy)

Karenanya para ulama salafussalih menganjurkan kaum muslimin untuk mengisi malam Nisfu Sya’ban dengan memperbanyak dzikir, doa dan amalan baik lainnya. Ada beberapa amalan yang populer dilaksanakan secara bersama-sama pada malam Nisfu Sya’ban diantaranya :

1. Sholat Maghrib Berjama’ah.

2. Membaca Surat Fatihah dan Yasin tiga kali setelah sholat Maghrib, yang tiap akan membaca surat yasin niat sebagaimana berikut :

  • Al-Fatihah dan Yasin yang pertama : Diniatkan agar diberi panjang umur untuk selalu beribadah kepada Allah SWT serta sehat jasmani dan rohani.
  • Al-Fatihah dan Yasin yang kedua : Diniatkan agar diberi keluasan rezeki yang barokah untuk mencukupi kebutuhan keluarga, syiar agama dan membantu sesama serta memohon agar dijauhkan dari bala dan berbagai macam penyakit.
  • Al-Fatihah dan Yasin yang ketiga : Diniatkan agar diberi keteguhan iman agar tetap istiqomah dalam Kebaikan dan meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah.

3. Membaca doa khusus Nisfu Sya’ban minimal tiga kali setiap selesai membaca surah Yasin, berikut bacaan doanya :

للَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.   اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُب��نِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Baca Juga: Mohammad Ahsan, Sosok Juara Dunia Yang Taat Beribadah

Redaksi

Terkait

Leave a Reply