Agendakan Kunjungan Resmi, PBNU Akan Bahas Perdamaian Palestina

 Agendakan Kunjungan Resmi, PBNU Akan Bahas Perdamaian Palestina

Palestina Kecam Kunjungan Menlu Zionis ke Al-Quds (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengagendakan ke Palestina dalam kunjungan resmi. Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

“PBNU secara resmi akan mengunjungi Palestina guna mengadakan dialog lebih lanjut dengan pemangku kebijakan di sana. Selain itu, akan juga dibahas serangkaian kerja sama yang bisa dilakukan,” kata Gus Yahya dilansir dari NU Online, Senin (28/03/2022).

Sebelumnya Gus Yahya telah melakukan diskusi virtual dengan Penasihat Presiden Palestina untuk masalah agama dan Hakim Agung Palestina, Mahmoud Al Habbash pada Ahad, (27/3) lalu.

Gus Yahya sendiri sering berkunjung ke Palestina, namun itu kunjungan secara pribadi. Agenda kunjungan mendatang ia berharap, kunjungan tersebut adalah kunjungan resmi dari PBNU.

“Insyaallah saya dan teman teman saya di lingkungan NU akan berupaya mencari cara dan kesempatan untuk bisa berkunjung ke Palestina,” ujarnya.

Selain ingin mengadakan dialog bersama Palestina soal konflik yang berkepanjangan, PBNU juga ingin menjalin kerjasama dengan Palestina.

“Nanti insyaallah dalam kunjungan yang lebih terkoordinasikan. Mudah-mudahan kita bisa mengirim delegasi resmi dari NU untuk berkunjung dan bertemu dengan pihak-pihak yang berwenang di Palestina untuk mendialogkan kerja sama yang lebih lanjut antara NU dengan bangsa Palestina,” ungkap Gus Yahya.

Sebelumnya, Mahmoud melayangkan undangan kepada PBNU untuk bisa berkunjung ke Palestina. “Atas nama rakyat Palestina, pemerintahan Palestina dan seluruh umat Muslim di Palestina kami mengundang khusus KH Yahya Cholil Staquf dan juga Nahdlatul Ulama untuk dapat mengunjungi Al-Quds melalui pintu resmi, yaitu pintu Palestina,” tukas Mahmoud.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa pihaknya terbuka lebar untuk menyambut kunjungan perwakilan NU.

“Delegasi NU dapat menemui dan berdiskusi secara langsung dengan para ulama di Palestina guna mengirimkan risalah perdamaian secara menyeluruh ke penjuru dunia,” pungkas Gus Yahya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply