5 Muslim Jadi Korban Kejahatan Jalanan ‘Penembakan’ di Toronto

 5 Muslim Jadi Korban Kejahatan Jalanan ‘Penembakan’ di Toronto

Tersangka perusak rumah ibadah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Toronto – Lima (5) jemaah Muslim yang sedang bersiap untuk makan sahur jadi korban dalam insiden penembakan. Insiden itu terjadi di jalan raya, Toronto, Sabtu (16/4/2022) dini hari.

Sekitar pukul 1 pagi di area Markham Road dan Lawrence Avenue East polisi mendapat panggilan darurat. Seorang tersangka diduga menembak sekelompok orang di tempat parkir.

Menurut keterangan polisi, tersangka lantas melarikan diri dari tempat kejadian dengan mobil biru yang melaju ke utara di Markham Road. Meskipun mereka mengatakan rinciannya masih belum jelas.

Insiden itu terjadi usai sekelompok warga Muslim Toronto beribadah salat malam. Mereka kemudian memutuskan untuk mencari tempat makan guna makan sahur.

“Mereka baru saja menyelesaikan salat malam dan berdoa di jalan itu,” kata David Rydzik, inspektur Polisi Toronto.

“Ketika mereka di sini, dan baru saja bersiap-siap untuk pergi, tembakan terdengar,” imbuhnya.

Lebih lanjut polisi mengatakan bahwa mereka saat ini tidak memiliki bukti yang menunjukkan kejahatan itu bermotivasi kebencian. Polisi percaya bahwa insiden itu adalah “tindakan kekerasan jalanan” yang dilakukan secara acak.

Insiden Tidak Mengancam Nyawa, Hanya Luka-luka

Dalam sebuah tweet, kepala polisi Toronto, James Ramer mengatakan “terlalu dini” untuk mengkonfirmasi motif. Dia mengatakan unit kejahatan kebencian bekerja dengan masyarakat setempat.

Polisi Toronto mengatakan kepada Global News dilansir dari IQNA bahwa petugas menemukan empat pria di tempat kejadian dengan luka tembak. Keempatnya dibawa ke rumah sakit dengan cedera serius yang tidak mengancam jiwa, sementara dua orang dikirim ke pusat trauma dalam keadaan darurat.

Sementara itu, korban laki-laki kelima kemudian dibawa ke rumah sakit setempat. Tak satu pun dari cedera yang mengancam nyawa, dan tiga dari lima pria telah dibebaskan dari rumah sakit.

Seorang anggota komunitas yang berbicara kepada media mengatakan kelima pria itu adalah teman masa kecilnya. Dia menyebut mereka “pemimpin komunitas.”

Polisi meminta rekaman dashcam dan mengatakan informasi mengenai tersangka terbatas.

“Sumber daya penuh dari Layanan Kepolisian Toronto akan diberlakukan (berlaku) di sini untuk memastikan bahwa kami memajukan penyelidikan ini,” kata Rydzik.

 

 

 

Sumber: Global News via IQNA

Redaksi

Terkait

Leave a Reply