5 Fakta PM Malaysia Muhyiddin Yassin, Satu Diantaranya Keturunan Indonesia

 5 Fakta PM Malaysia Muhyiddin Yassin, Satu Diantaranya Keturunan Indonesia

Ada Fakta Menarik Soal PM Malaysia Muhyiddin Yassin, Dari 5 Fakta yang Ada Satu Diantaranya adalah Keturunan Indonesia

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Muhyiddin Yassin resmi dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia, hari ini, Minggu, 1 Maret 2020 menggantikan Mohammad Mahathir yang memundurkan diri setelah dua tahun memimpin.

Prosesi pengangkatan sumpah Muhyiddin sebagai PM Malaysia berlangsung mulai pukul 10.31 dan berakhir pukul 10.43 waktu setempat yang disiarkan secara langsung media resmi pemerintah.

Muhyiddin dengan mengenakan busana melayu hitam-hitam dengan peci warna hitam menyampaikan sumpah di depan raja yang mengenakan busana coklat muda yang duduk di singgasana bersama istrinya. Setelah membacakan sumpah. Muhyiddin kemudian menandatangani sejumlah berkas.

Muhyiddin menjadi PM Malaysia atas penunjukan langsung oleh Raja Malaysia Yang Dipertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, Sabtu (29/2/2020).

Inilah 5 Fakta penting tentang PM Malaysia baru yang pelantikannya tidak dihadiri oleh PM Malaysia sebelumnya, Mahathir.

  1. Keturunan Indonesia

Menjalani karir politik yang moncer hingga mendapat kepercayaan dari Sultan Abdullah, Pria kelahiran Johor 15 Mei 1947 itu ternyata keturunan Indonesia. Darah Bugis mengalir dalam dirinya dari garis sang ayah dan darah Jawa dari garis keturunan ibunya.

Menurut Bupati Siak Alfedri, Ayah Muhyiddin bernama Tuan Guru Haji Muhammad Yassin bin Muhammad, lahir di Siak, Riau tahun 1902.

“Karenanya, kita turut bangga dan bersyukur PM Muhyiddin Yassin orang tuanya lahir di Siak, Riau,” ujar Alfredi kepada wartawan, Minggu (1/3/2020).

2. Pendiri PPBM bersama Mahathir

Mantan Menteri Dalam Negeri Malaysia itu merupakan pemimpin Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang didirikan bersama dengan Mahathir.

Semasa kejayaan koalisi Barisan Nasional, Muhyiddin sempat menjabat Wakil Presiden Partai Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO).

Barisan Nasional dikalahkan oleh koalisi Pakatan Harapan yang didirikan Anwar Ibrahim dan dipimpin Mahathir Mohamad dalam pemilu Mei 2018. Namun sebelum pemilu, Muyyiddin memilih ikut bersama Mahathir ke PPBM setelah memutuskan keluar dari UMNO.

Karier politik suami dari Noorainee Abdul Rahman itu diawali dengan menjadi ketua pemuda UMNO Pagoh pada 1976. Lalu dia menjadi ketua UMNO sampai April 1985. Di tahun yang sama dia dipilih menjadi anggota majelis tertinggi UMNO.

Dari situ kariernya terus mentereng hingga menjadi Wakil Presiden UMNO pada September 1993. Pada 1992 hingga 1995, Muyhiddin diangkat menjadi Menteri Besar Johor.

Disusul kemudian pada 2094-2008 dipercaya sebagai menteri pertanian dan perindustrian berbasis agro. Sukses di bidang perindustrian, karier pemerintahan dari ayah empat anak itu dilanjutkan dengan menjadi menteri perdagangan antarbangsa dan industri.

Puncak karier pemerintahan terakhir, Muhyiddin diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia di bawah Najib Razak pada 10 April 2009 sampai 29 Juli 2015. Di periode yang sama dia merangkap jabatan sebagai menteri pendidikan.

Pada 2016, jabatannya sebagai wakil presiden UMNO dilucuti terkait tuduhan keterlibatannya dalam skandal megakorupsi 1MDB.

Di tahun itu pula, Muhyiddin berpaling dari UMNO dan bersama Mahathir mendirikan PPBM. Dia pun dilantik sebagai presiden PPBM. Setelah itu, Juli 2017, dia dilantik sebagai Wakil Presiden di struktur koalisi Pakatan Harapan.

Dalam gonjang ganjing politik sepekan terakhir, namanya muncul sebagai salah satu kandidat PM, bersama dengan Mahathir dan Anwar Ibrahim. Ujungnya, Raja memilih Muhyiddin ketimbang Mahathir.

3. Sosok Low Profile

Kantor berita AFP menyebut Muhyiddin orang yang dikenal low profile. Mantan pendukung partai Muslim di Malaysia ini berhasil mengalahkan Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim dengan membentuk aliansi partai-partai yang didominasi oleh mayoritas Muslim Melayu di negara itu. 

Muhyiddin juga dianggap sebagai nasionalis Melayu dan ia pernah menggambarkan dirinya sebagai ‘Melayu pertama’. “Dia seorang administrator yang cakap,” kata Bridget Welsh, seorang ahli Malaysia dari University of Nottingham, mengatakan kepada AFP.

Tetapi dia menambahkan Muhyiddin adalah ‘pria tanpa mandat’. Muhyiddin adalah menteri dalam negeri saat di tengah gejolak politik. Dia berasal dari negara bagian selatan Johor.

4. Dipecat dari 1MDB

Muhyiddin pernah berselisih dengan Najib setelah mengkritiknya atas penanganan skandal multi-miliar dolar yang dikaitkan dengan dana negara 1MDB (Malaysia Development Berhad). Ujung perselisihan membuat dirinya dipecat dari 1MDB pada tahun 2015.

Najib dituduh korupsi dari 1MDB, tuduhan yang berkontribusi terhadap kekalahan dalam pemilihan umum koalisi 2018, dan saat ini sedang diadili.

Welsh menilai Muhyiddin orang yang sangat religius, lebih pendiam dan kurang karismatik daripada beberapa politisi Malaysia lainnya. Kendari demikian, masih ada yang khawatir bahwa komentar kontroversialnya tentang ras dapat memperburuk hubungan yang sudah tegang antara berbagai kelompok etnis dan agama di negara itu. Sekitar 60 persen populasi Malaysia adalah Muslim tetapi negara ini juga merupakan rumah bagi etnis Tionghoa dan etnis minoritas India, yang biasanya tidak mengikuti Islam.

Koalisinya kemungkinan mengandalkan statusnya sebagai nasionalis Melayu untuk memenangkan suara dengan kelompok mayoritas negara itu.

5. Pelantikan Muhyiddin Nir Mahathir

Penunjukan Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri (PM) baru tak menghentikan gejolak politik di Malaysia. Mahathir menggugat penunjukan Muhyiddin sebagai PM ke-8 Malaysia.

Mahathir mengklaim mendapat dukungan mayoritas dalam parlemen Malaysia. Dia menyatakan tak mendukung penunjukan Muhyiddin sebagai PM baru Malaysia.

“Saya ingin mengklarifikasi bahwa sebagai Ketua Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), saya dan lima anggota parlemen PPBM lainnya tidak bersama-sama mendukung pengangkatan Tan Sri Muhyiddin,” kata Mahathir lewat akun Twitter resminya, @chedetofficial, seperti dilihat Hidayatul.com, Minggu (1/3/2020).

Mahathir ingin membantah klaim pihak Muhyiddin didukung mayoritas parlemen Malaysia yang disodorkan ke Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah. Mahathir menyatakan akan mengirim surat beserta deklarasi legal kepada Raja Malaysia.

Saat ini, Mahathir menyatakan dirinya mendapat dukungan dari 114 anggota parlemen Malaysia. Dia berharap Raja Malaysia menerima suratnya tersebut.

“Saya telah menyiapkan surat untuk dikirim ke Yang di-Pertuan Agong yang merinci posisi dan dukungan 114 Anggota Parlemen yang telah diberikan kepada saya,” ungkapnya.

Sidang parlemen Malaysia pada 9 Maret mendatang akan menjadi penentuan apakah Muhyiddin benar-benar memiliki dukungan mayoritas dalam parlemen. Sidang parlemen tersebut akan menjadi ‘medan pertempuran’ yang sebenarnya.

Karena itulah, Mahathir tidak hadir dalam pelantikan Muhyiddin sebagai PM Malaysia. “Saya merasa dikhianati oleh Muhyiddin. Dia telah merencanakan ini sejak lama dan sekarang dia berhasil,” kata Mahathir. (As/hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply